Komjen Firli Bahuri Lantik Brigjen Setyo Budiyanto Jadi Direktur Penyidikan KPK

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1).  Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ketua KPK Komjen Polisi Firli Bahuri melantik sejumlah pejabat struktural baru di lembaga antirasuah. Salah satunya adalah Brigjen Polisi Setyo Budiyanto yang dilantik sebagai Direktur Penyidikan KPK.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-undang Dasar Tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Firli yang diikuti para pejabat yang dilantik, di Gedung KPK, Selasa (22/9).

"Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, saya senantiasa akan lebih mementingkan kepentingan negara, daripada kepentingan saya sendiri, seseorang, atau golongan. Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan negara. Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan semangat, untuk kepentingan negara," sambung Firli.

Ketua KPK Firli Bahuri pada pelantikan pejabat struktural baru KPK, Selasa (22/9). Foto: Youtube/KPK

Setyo berhasil terpilih setelah melalui rangkaian proses seleksi. Pada tahap akhir, ia berhasil menyisihkan calon lain yang juga berasal dari Polri, yakni Widyaiswara Muda Sespimpti Polri Kombes Nazirwan Adji Wibowo dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Didik Agung Widjanarko.

Meski merupakan polisi aktif, Brigjen Setyo sendiri bukanlah orang baru di KPK.

Sebelum dilantik di posisinya yang sekarang, ia sempat menjabat sebagai spesialis koordinasi dan supervisi bidang penindakan madya di Kedeputian Penindakan, lalu naik jabatan menjadi koordinator unit kerja koordinasi dan supervisi bidang penindakan di Kedeputian Penindakan.

Ia juga sempat menempati posisi plt Direktur Penyidikan KPK menggantikan Irjen Polisi R.Z. Panca Putra yang ditarik ke kepolisian. Panca sendiri kini menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Pelantikan pejabat struktural baru KPK, Selasa (22/9). Foto: Youtube/KPK

Pejabat Lain yang Dilantik

Selain melantik Setyo, Firli juga melantik sejumlah pejabat lain. Mereka adalah Direktur Pengaduan Masyarakat yang diisi oleh Tomi Murtomo dari internal KPK; serta Direktur Pengolahan Informasi dan Data yang diisi oleh Riki Arif Gunawan dari Kemenkominfo.

Lalu, posisi Koordinator Wilayah KPK yakni dari internal KPK ada Asep Rahmat Suwanda; Aminudin; Budi Waluyo; Aida Ratna Zulaiha. Sedangkan dari Polri ada Didik Agung Widjanarko; Agung Yudho Wibowo; Bahtiar Ujang Purnama; Kumbul Kuswijanto Sudjadi; dan Yudhiawan.

Ilustrasi KPK. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

LHKPN Setyo

Sebagai penyelenggara negara, Setyo tentu wajib melaporkan harta kekayaannya. Dalam catatan KPK, Setyo pernah dua kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Masing-masing adalah pada 21 Maret 2019 untuk laporan kekayaan 2018 dan 27 Februari 2020 untuk laporan kekayaan 2019.

Pada laporan pertamanya, Setyo melaporkan punya kekayaan total Rp 2.936.204.546. Angka itu melonjak setahun berselang menjadi Rp 7.679.000.000.

Berikut rincian kekayaan Setyo dalam LHKPN terbarunya:

Tanah dan Bangunan senilai Rp 1.010.000.000. Rinciannya ialah:

  • Tanah dan Bangunan Seluas 310 m2/243 m2 di Tangerang Selatan, hasil sendiri, Rp 4,5 miliar.

  • Tanah dan Bangunan Seluas 9 m2/126 m2 di Kota Semarang, hasil sendiri, Rp 1 miliar.

  • Tanah dan Bangunan Seluas 135 m2/156 m2 di Kota Makassar, hasil sendiri, Rp 1,2 miliar.

Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp 660.000.000. Rinciannya ialah:

  • Mobil Honda CR-V 2014, hasil sendiri, Rp 250 juta.

  • Motor Honda CBR 2012, hasil sendiri, Rp 23 juta.

  • Mobil Toyota Fortuner 2016, hasil sendiri, Rp 350 juta.

  • Sepeda MTB 2015, hasil sendiri, Rp 7 juta.

  • Motor Piaggio Vespa 2016, hasil sendiri, Rp 20 juta.

  • Sepeda RB Eddy Merckx 2010, hasil sendiri, Rp 10 juta.

Harta Bergerak Lainnya: Rp 254.000.000

Kas dan Setara Kas: Rp 65.000.000

Total: Rp 7.679.000.000