Komnas HAM: Ada Clue, Kemungkinan Ada 3 Penembak Brigadir Yosua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Irjen Ferdy Sambo saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Ferdy Sambo saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Setelah melakukan penyelidikan secara independen, Komnas HAM menemukan dugaan baru terkait pelaku penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Komnas HAM menemukan ada petunjuk baru bahwa pelaku penembakan tidak hanya satu tapi sampai tiga orang.

“Sebetulnya masih ada clue, kemungkinan lain bahwa 3 [orang penembak],” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, saat dikonfirmasi oleh wartawan lewat pesan singkat, Sabtu (3/9).

Taufan tidak merincikan siapa saja tepatnya pelaku penembakan yang dimaksud. Ia juga belum mengungkap apa bukti yang membuat dugaan tersebut muncul.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Komnas HAM Jakarta, Rabu (27/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Melihat adegan saat rekonstruksi berlangsung Kamis (30/8) lalu di TKP penembakan Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan, rekonstruksi menampilkan adegan dari dua kesaksian.

Kesaksian pertama dari sisi Bharada Richard Eliezer. Adegan tersebut menampilkan tersangka lainnya sekaligus otak pembunuhan Irjen Ferdy Sambo ikut mengeksekusi langsung Brigadir Yosua setelah Richard menembak.

Namun dari sisi Irjen Ferdy Sambo, penembakan hanya dilakukan oleh Richard seorang. Sambo kemudian melakukan rekayasa TKP dengan menembak ke arah dinding untuk membuat seolah-olah yang terjadi adalah adu tembak.

Menurut Taufan, dari hasil penyelidikan independen dengan mencocokkan data hasil uji balistik dari tim kepolisian, Sambo memang ikut menembak Yosua.

“(Hasil uji balistik) terbukti bahwa memang ada 2 jenis senjata yang berbeda. Jadi enggak mungkin 1 orang yang nembak. Dan (dugaan) itu dari senjata tadi, yang di tangan mereka, HS 9 itu salah satunya, sama glock itu,” tuturnya.

Artinya, pelaku ketiga penembakan ini masih menjadi sebuah misteri. Bahkan terkait dugaan Irjen Ferdy Sambo ikut menembak juga dibantah oleh Sambo.

Sambo disebut menolak beberapa adegan saat rekonstruksi berlangsung, termasuk adegan ia menembak Yosua secara langsung.

“Kita meyakini (Sambo nembak) kalau kita. Sambo nolak,” pungkas Taufan.