Direktur Internasional Amnesty Indonesia, Usman Hamid
7 Desember 2020 19:22

Komnas HAM Diminta Turun Selidiki Insiden yang Tewaskan 6 Pengawal Habib Rizieq

Komnas HAM Diminta Turun Selidiki Insiden yang Tewaskan 6 Pengawal Habib Rizieq (863583)
searchPerbesar
Habib Rizieq Syihab hadir secara virtual di Dialog Nasional Reuni 212, Rabu (2/12). Foto: Front TV
Perlu ada transparansi dalam insiden tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq. Ada dua versi soal peristiwa ini, dari Polri dan FPI.
ADVERTISEMENT
Agar semuanya terang benderang perlu ada tim independen yang ikut terlibat. Amnesty International menyarankan pelibatan Komnas HAM.
"Komnas HAM harus ikut mengusut. Komisi III DPR RI juga perlu aktif mengawasi dan mengontrol pemerintah dan jajaran kepolisian," kata Direktur Amnesty International Usman Hamid, Senin (7/12).
Kata Usman, nantinya tim dari Komnas HAM bisa mempelajari soal insiden yang sebenarnya terjadi, juga penggunaan senjata api.
"Harus ada penjelasan tentang apakah petugas yang terlibat dalam insiden penembakan itu telah secara jelas mengidentifikasi diri mereka sebagai aparat penegak hukum sebelum melepaskan tembakan dan apakah penggunaan senjata api itu dibenarkan," beber Usman.
Komnas HAM Diminta Turun Selidiki Insiden yang Tewaskan 6 Pengawal Habib Rizieq (863584)
searchPerbesar
Direktur Internasional Amnesty Indonesia, Usman Hamid di Polda Metro Jaya, Selasa (9/7). Foto: Raga Imam/kumparan
Polisi seharusnya hanya dibolehkan untuk menggunakan kekuatan atau kekerasan, terutama dengan senjata api, sebagai upaya terakhir. Itu pun harus merupakan situasi luar biasa untuk melindungi keselamatan dirinya dan atau orang lain. Jika tidak, maka tindakan itu bisa tergolong unlawful killing.
--Usman Hamid
Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, menjelaskan, rombongan polisi mengikuti rombongan pengikut Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di tol Cikampek Senin dini hari.
ADVERTISEMENT
Polri sedang menyelidiki laporan bahwa pengikut Rizieq berencana untuk menggelar demonstrasi selama pemeriksaan Rizieq terkait kasus kerumunan.
Argo menyebut saat itu mobil polisi dipepet dan diserang dengan senjata tajam dan senjata api oleh pengawal Habib Rizieq.
Sementara pihak FPI mengeklaim bahwa konvoi Rizieq dihentikan oleh sekelompok “preman tak dikenal” yang kemudian menembak pengawal Rizieq.