Komnas HAM: Ibu PC Kembali ke Rumah Pribadi, Wajahnya Seperti Menangis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Ny Putri Sambo. Foto: Instagram/@divpropampolri
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Ny Putri Sambo. Foto: Instagram/@divpropampolri

Komnas HAM mengungkap rekaman CCTV yang didapat dari Mabes Polri dalam penyelidikan tewasnya Brigadir Yosua. Salah satu rekaman itu menunjukkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, kembali ke rumah pribadinya dengan wajah seperti menangis.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam diskusi via Zoom, Jumat (5/8). Taufan mengatakan sebelum kembali ke rumah pribadinya, Putri lebih dulu ke rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, tempat Brigadir Yosua tewas.

Putri bersama ajudan Ferdy Sambo pergi ke rumah dinas usai PCR di rumah pribadinya sekitar pukul 17.01 WIB. Usai mereka pergi barulah Irjen Sambo keluar dari rumah pribadinya dengan mobil.

"Pak Sambo keluar juga menuju tempat lain, tetapi baru berapa menit dia berjalan, dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV ga bisa menjelaskan apa-apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia (Sambo) menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya ada kejadian itu (penembakan), itu versi dia (Sambo)" kata Taufan.

Selang beberapa waktu setelah rekaman yang menujukkan Sambo pergi itulah CCTV kembali merekam Putri. Ia kembali ke rumah pribadinya dengan suasana yang tidak menyenangkan.

"Ga berapa lama keliatan lagi CCTV si Ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu-dua orang yang di belakangnya," kata Taufan.

Taufan menjelaskan dalam rekaman CCTV yang lain terlihat mobil Provos, dan patroli hilir mudik setelah kejadian itu.

"Dikatakan bahwa mereka ditelepon dan heboh lah ya ngurusin itu lalu ada keliatan mobil ambulans kurang lebih jam 7-an sampai direkam semua sampai di RS Bhayangkara," kata Taufan.

Brigadir Yosua tewas di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7). Keterangan pers Kapolres Metro Jakarta Selatan non aktif Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Yosua tewas dalam baku tembak sesama ajudan Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer.

Namun, hal itu diragukan keluarga Yosua karena ditemukan luka-luka yang mencurigakan di jasadnya.

Dalam kasus ini Polri membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Polri juga menunjuk Inspektorat Khusus untuk memeriksa sejumlah anggota Polri yang diduga tidak profesional dalam menangani kasus tersebut.

Sejauh ini penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan. Ia disangkakan Pasal 338 Jo 55 dan 56 KUHP. Jika melihat pasal yang dikenakan, kemungkinan besar ada orang lain yang juga terlibat dalam kasus penembakan ini.