Komnas HAM soal Otak Brigadir Yosua Pindah ke Perut: Tunggu Hasil Autopsi Ulang
·waktu baca 2 menit

Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkap sejumlah hasil autopsi ulang Brigadir Yosua. Salah satunya ialah kondisi otak jenazah.
Dikutip dari Jambikita.id [media partner Kumparan], Kamaruddin mengatakan terdapat bekas luka tembak yang mengerikan di kepala Brigadir Yosua. Luka tersebut menembus hidung, yang mengakibatkan organ otaknya bergeser hingga ke bagian perut.
Terkait hal ini, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam tidak bisa menjawab banyak. Ia hanya mengatakan masih menunggu hasil autopsi ulang.
"Kami menunggu hasil autopsi kedua setelah ekshumasi kemarin yang dilakukan oleh pihak dokter forensik," kata Anam saat dihubungi, Minggu (31/7).
Sebelumnya Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan hasil autopsi ulang akan keluar dalam waktu 1-2 bulan.
"Hasil autopsi (ulang) kami harus menunggu tim gabungan 4-8 minggu lagi tim forensik akan dipanggil,” kata Beka di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (29/7).
Komnas HAM sebelumnya telah memeriksa tim forensik dari RS Polri Kramat Jati terkait luka-luka di tubuh Brigadir Yosua. Mereka dipanggil karena merupakan pihak yang mengautopsi almarhum pertama kali.
Brigadir Yosua tewas di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7). Polisi mengatakan Yosua tewas dalam baku tembak dengan sesama ajudan Ferdy Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer.
Polisi juga menyebut Yosua melakukan pelecehan kepada istri Irjen Ferdy Sambo sebelum baku tembak terjadi.
