Komnas HAM soal Yosua: Ada Langkah yang Membuat seperti Bharada E Tanggung Semua

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Komnas HAM Jakarta, Rabu (27/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Komnas HAM Jakarta, Rabu (27/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komnas HAM masih terus menelusuri peristiwa tewasnya Brigadir Yosua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Sejumlah hambatan memang mulai ditemui tim, salah satunya soal CCTV rusak.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, tim peneliti terus mendesak Polri terbuka soal CCTV. Sebab, gambar di rumah dinas Irjen Sambo tidak kunjung dibuka.

Taufan malah menilai, ada upaya untuk mengorbankan Bharada E alias Richard Eliezer dalam kasus ini. Dengan begitu, semua kesalahan ditujukan ke Eliezer.

"Jadi kami ribut-ribut soal CCTV itu karena kami melihat ada langkah-langkah lain tapi saya belum bisa buka, langkah-langkah yang memang sepertinya nanti Bharada E aja yang nanggung semua ini," kata Taufan dalam diskusi "menguak kasus penembakan Brigadir J: Masa Depan Polri di Tangan Bareskrim dan Satgasus," Jumat (5/8).

Ajudan Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Saat ini, Bareskrim sudah menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Yosua. Dia dijerat pasal pembunuhan.

Taufan setuju dengan langkah pengacara Eliezer yang mempertanyakan penetapan tersangka ini. Dia menilai, setiap orang harus dihukum sesuai porsinya.

"Yang kita dukung adalah fair trial. Enggak boleh orang dihukum kalau dia enggak bersalah, tidak boleh juga orang dihukum melebihi proporsinya. Karena dia cuma suruhan, dihukum mati gimana, kan gitu," ujar dia.

Infografik Bharada E Tersangka Tewasnya Brigadir Yosua. Foto: kumparan

Untuk itu, Taufan tetap meminta Presiden lebih menekan Polri untuk lebih terbuka lagi agar kasus ini bisa benar-benar tuntas.

"Saya sudah bagus Pak Kapolri melakukan tindakan itu tapi saya akan datang lagi kepada Istana untuk meminta supaya Istana lebih keras menekan supaya keluar, terbuka, semua seterang-terangnya, yang salah ya salah, salahnya apa ya dia harus menanggung hukuman," ucap Taufan.