Komnas KIPI: Warga Rasakan Efek Moderna Cepat Berobat, Jangan Lapor ke Sosmed

19 Agustus 2021 15:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang ibu hamil mengikuti Vaksinasi COVID-19 Ibu Hamil di Aula Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/8/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang ibu hamil mengikuti Vaksinasi COVID-19 Ibu Hamil di Aula Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/8/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Efek samping atau gejala usai divaksinasi corona atau disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kerap dilaporkan masyarakat. Hanya saja, tak sedikit yang justru mengunggah keluhannya di media sosial dan bisa menimbulkan keresahan pada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.
ADVERTISEMENT
Menurut Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari, gejala-gejala umum seperti pegal dan demam memang hal yang biasa setelah vaksin.
Namun, karena vaksin corona masih baru, khususnya berbasis m-RNA seperti Moderna, maka sebagian dari masyarakat masih belum mengenal gejala yang ditimbulkan, dan justru membagikannya di media sosial.
"Ini kan vaksin biasa juga, cuma ini vaksin baru jadi kita efek sampingnya belum kenal. Terus kalau ada itu, kalau ada efek samping, sampaikan di sosmed, sakit pegal, [ke] sosmed, pusing [ke] sosmed," kata Prof. Hindra kepada kumparan, Kamis (19/8).
Ia menegaskan timbul gejala usai vaksin adalah hal yang wajar. Sebab, hal ini pertanda vaksin telah masuk ke dalam tubuh dan telah berhasil direspons dengan baik.
ADVERTISEMENT
"KIPI itu sebetulnya kan reaksi alamiah dari sebuah vaksin yang disuntikkan ke seseorang. Vaksin itu ada antigennya, terus tubuh itu dikaruniai untuk melindungi dirinya agar bisa tetap survive. Jadi, kalau ada benda asing tubuh itu bereaksi. Bereaksinya apa? Membentuk zat anti supaya kebal dan bertahan hidup," jelas dia.
Untuk itu, apabila merasakan suatu gejala yang sudah tak wajar lagi usai divaksin, Hindra menyarankan sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Sebab, melaporkannya di media sosial tanpa memeriksakan diri tak akan membuat gejala itu membaik.
"Lalu ngerasa sudah enggak benar nih, sudah, cepat berobat. Jangan ngelapor ke sosmed. Enggak menyelesaikan masalah," ujar Hindra.
"Kalau ada efek samping [jangan] sampaikan di sosmed. Enggak menyelesaikan masalah. Sampaikan ya laporkan ke fasyankes, baru itu selesai," pungkasnya.
ADVERTISEMENT