Komunitas di Yogya Sayangkan Banyak Pesepeda Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Sejumlah pesepeda memadati kawasan Malioboro hingga Titik Nol Km Yogyakarta pada Sabtu (6/6) dan Minggu (7/6). Foto-foto para pesepeda yang tak mematuhi protokol kesehatan viral di media sosial. Bahkan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku menyaksikan sendiri banyak warga yang tak bermasker.
Peristiwa pada akhir pekan lalu otomatis berdampak kepada para komunitas sepeda. Ade Aulia Ramadhan (28), pesepeda yang tergabung dalam Spartans Gowes ini menyayangkan kejadian tersebut. Sebab, biasanya di komunitas pesepeda ada aturan ketat selama masa pandemi COVID-19.
"Kalau kami di komunitas memang rata-rata bersepeda dengan jarak yang lumayan di atas 50 km. Gobar, gowes bareng. Selama pandemi ini kami memilih rute yang di luar kota di luar Ring Road. Kami menghindari keramaian dan membatasi, paling banyak 8-9 orang, rata-rata sekali gowes paling 5 orang. Kita nyari yang rutenya sepi jarang ada yang orang kumpul-kumpul," ujar Ade, Senin (8/6).
Ade menjelaskan ketika gowes, komunitasnya tidak pernah beristirahat di tempat yang ramai. Mereka memilih tempat sepi dan jarak duduk saat istirahat juga diatur. Acara makan bareng yang biasanya rutin diadakan, saat pandemi ini ditiadakan.
"Kita berhenti jarak, antar satu orang, satu meter. Sebelum pandemi kan kumpul makan bareng sekarang ditiadakan," ungkapnya.
Ketika berita pesepeda padati kawasan Malioboro hingga Titik Nol Km Yogyakarta viral, rekan-rekan di grupnya melakukan kroscek dan memastikan tidak ada rekan satu komunitas yang berada di sana. Dia berharap kepada para pesepeda yang, baik yang ikut komunitas maupun tidak, agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi corona.
"Biasanya komunitas menerapkan SOP saat pandemi. Mereka menitikberatkan jangan ramai-ramai. Jangan berkumpul jangan lama-lama, langsung pulang," kata Ade.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan melihat sendiri bagaimana situasi kawasan Malioboro pada Minggu (7/6). Di situ, terlihat banyak warga yang nongkrong dan tanpa mengenakan masker.
"Minggu malam saya juga keluar, keliling lewat Malioboro. Kalau di Malioboro mereka (warga) kongkow-kongkow sambil duduk ya ora nggo masker (tidak mengenakan masker)," kata Sri Sultan.
Melihat temuan tersebut Sri Sultan lantas menelepon Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dan Sekda DIY, Kandarmanta Baskara Aji untuk menertibkan. Terutama, mereka yang tidak memakai masker dan abai physical distancing.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
