Komunitas Pendaki Buka Jalur Baru di Gunung Agung Bali demi Hidupkan Ekonomi

Status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, telah turun dari level III atau siaga menjadi level II (Waspada) pada pertengahan Juli 2020.
Komunitas pendaki bernama Pasebaya Agung memanfaatkan turun level ini dengan membuka jalur trekking melingkari lereng Gunung Agung. Komunitas ini terbentuk saat erupsi Gunung Agung tahun 2017 silam. Mereka mengawasi aktivitas pendaki dan warga di sekitar lereng gunung.
Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana mengatakan, pembukaan jalur trekking ini untuk menghidupkan ekonomi warga yang kandas sejak wisata pendakian Gunung Agung ditutup tiga tahun lalu.
"Ini pertama kali dibuat wisata trekking lingkar. Ini bisa membantu ekonomi warga yang sudah tiga tahun tidak memiliki pendapatan, apalagi pandemi corona gini. Kita cek ke rumah mereka, buat makan saja mereka susah," kata Pawana saat dihubungi, Jumat (14/8).
Trekking akan dilakukan di bawah radius dua kilometer dari puncak Gunung Agung sesuai rekomendasi dari PVMBG.
Jalur trekking masih dipersiapkan. Secara resmi, wisata trekking ini akan dibuka pada September 2020 mendatang.
Dari hasil uji coba yang dilakukan, pendaki butuh 4 hari untuk melakukan trekking di jalur baru ini. Namun, para pendaki dapat memilih berbagai paket yang diinginkan dengan beragam jalur yang berbeda.
Untuk satu hari, jalur trekking Pura Pasar Agung-Griya Kori, kemudian jika dua hari dilanjutkan dengan jalur Nangka, tiga hari lanjut ke Dukuh, dan empat hari ke finish di Pura Pengubengan Rendang.
"Terserah pecinta alamnya," kata Pawana.
Di tengah pandemi virus corona, Pasebaya masih membatasi jumlah pengunjung. Satu tim maksimal 15 orang dan wajib ditemani guide lokal. Hal ini demi keamanan dan keselamatan pendaki saat trekking. Apalagi untuk jalur trekking masih baru dan hanya guide yang paham medannya.
Biaya pemandu tergantung kesepakatan antara guide dan pendaki.
Dalam trekking ini juga disedikan peralatan camping seperti tenda dan lain-lain. Pendaki bisa memilih istirahat di penginapan-penginapan yang disediakan.
"Nanti terserah di mana menginapnya. Di lingkar ini juga sudah ada tempat-tempat yang disiapkan menginap," kata dia.
Saat ini wisatawan juga sudah bisa melakukan trekking dengan menghubungi Pasebaya Agung. Atau langsung mendatangi di posko Pasebaya Agung di Rendang, Karangasem.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
