Kondisi 3 WNI yang Ditembak Aparat Malaysia di Perairan Selangor Membaik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur PWNI Judha Nugraha dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (1/8/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur PWNI Judha Nugraha dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (1/8/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengungkap kondisi 3 WNI yang ditembak Polisi Maritim Malaysia (APMM) di perairan Selangor.

Judha bilang, kondisi ketiganya sudah membaik setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif.

“Jadi 3 lainnya, dua inisial HA dan MZ saat ini sudah dinyatakan sembuh dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Malaysia,” kata Judha di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, pada Selasa (11/2).

“Dan satu inisial MH asal Aceh kondisinya sudah semakin membaik, sudah sadar namun masih perlu menjalani perawatan di rumah sakit,” kata dia.

Sementara, 2 dari 5 korban penembakan tersebut meninggal dunia. Mereka adalah Basri yang meninggal di lokasi. Dia warga Pekanbaru, Riau, yang sudah dipulangkan pada Rabu (29/1). Sementara, satu lainnya adalah Victor Maruli (39), warga Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, yang dipulangkan hari ini, Selasa (11/2).

Kelimanya sebelumnya ditembak pada Jumat (24/1).

Menurut laporan NST, insiden terjadi pada 24 Januari 2025, sekitar pukul 03.00 pagi. APMM menembak ke arah sebuah kapal yang diduga milik tersangka setelah kapal patroli mereka ditabrak empat kali.

Dalam konfrontasi itu, dua orang di kapal diduga mencoba menyerang petugas APMM dengan parang.

Sekitar pukul 09.00 pagi, APMM menerima laporan adanya kapal yang terombang-ambing di perairan Pantai Banting, Kuala Langat. Ketika petugas tiba, mereka menemukan satu WNI dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara empat lainnya luka-luka.