Kondisi Anggota TGPF Intan Jaya Pasca Ditembaki KKB Papua

11 Oktober 2020 7:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah anggota TNI mengevakuasi anggota TGPF, yang tertembak di Papua, ke Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anggota TNI mengevakuasi anggota TGPF, yang tertembak di Papua, ke Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk oleh Menkopolhukam Mahfud MD ditembak saat menjalani tugas di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Setelah sempat mendapatkan pertolongan pertama, anggota tim yang tertembak dibawa ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
Bambang Purwoko, anggota TGPF yang tertembak, dibawa dengan Helikopter Caracal TNI AU dari Sugapa menuju Timika, dan bertolak ke Jakarta dengan rute Timika, Makassar, dan Jakarta.
“Pagi ini anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut,” ujar Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo, yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, di Jayapura, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10).
Selain Bambang, salah satu anggota TNI atas nama Sersan Satu TNI Faisal Akbar (anggota Satgas Apter Hitadipa dari satuan asal Kodim 1304 Gorontalo) juga mengalami luka tembak. Kabar baiknya, keduanya kini dalam kondisi stabil.
Sejumlah petugas mengevakuasi anggota TGPF, yang tertembak di Papua, ke Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
"Kami tadi menanyakan kepada dokter yang mengasesmen bahwa kondisi para korban cukup stabil," kata Asops Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Suswatyo di Timika, Papua, seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
Karena kondisi keduanya yang stabil, maka langsung diberangkatkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Kalau kondisi para korban belum stabil, tentu tidak akan mengambil risiko untuk langsung membawa mereka ke Jakarta," kata Brigjen TNI Suswatyo menegaskan.
Meski anggotanya terluka, namun TGPF berkomitmen akan terus merampungkan tugas. Ketua TGPF Benny Mamoto menegaskan pihaknya akan merampungkan tugas menginvestigasi penembakan Pendeta Yeremia, dua prajurit TNI, dan warga sipil di Intan Jaya pada 19 September lalu.
"Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, Pak Bambang Purwoko tertembak," ujar Benny dalam keterangan tertulisnya.
Sejumlah anggota TNI mengevakuasi anggota TGPF, yang tertembak di Papua, ke Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
"Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Benny menyatakan timnya masih berada di Sugapa dan melaksanakan tugas dengan memeriksa beberapa saksi yang melihat insiden penembakan tersebut. Pemeriksaan, kata Benny, masih berfokus di lokasi penembakan Pendeta Yeremia di Hitadipa.
Untuk mengantisipasi insiden penembakan terulang, kini seluruh anggota TGPF yang bertugas di Intan Jaya memakai helm dan rompi antipeluru. Benny menegaskan ingin memastikan semua anggota tim merasa aman selama bertugas menginvestigasi kasus penembakan Pendeta Yeremia.
“Kami menggunakan rompi dan helm antipeluru karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang, dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Benny sekaligus membantah anggapan pihak-pihak tertentu yang menyamakan TGPF dengan kombatan.
ADVERTISEMENT
“Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah adalah Pak Bambang, anggota TGPF yang adalah warga sipil, dosen, dan peneliti dari UGM Yogyakarta,” tegas Benny.
Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa KKB Papua memang sering melancarkan serangkaian aksi kekerasan di Intan Jaya. Termasuk menembaki rombongan TGPF bentukan Mahfud MD.
"Mungkin selama ini ada yang berfikir bahwa seolah-olah berbagai kasus kekerasan yang terjadi selama ini hanya merupakan upaya-upaya rekayasa, ternyata kan tidak. KKB di Intan Jaya itu nyata, mereka memang bersenjata dan melakukan kekerasan-kekerasan secara masif," kata dia di Timika.
Ia mengatakan, kelompok kriminal bersenjata --demikian aparatur negara menyebut mereka-- di wilayah Intan Jaya tetap akan melakukan berbagai aksi kekerasan kepada siapa pun, baik warga sipil, aparatur negara dan petugas-petugas kemanusiaan lain.
ADVERTISEMENT
"Ini tentu menjadi bahan evaluasi kami bersama panglima Kodam XVII/Cenderawasih, bagaimana menghadapi kelompok bersenjata di sana itu. Kami segera membahas ini semua bersama dengan satuan tugas, baik itu Satgas Nemangkawi, Satgas Pinang Sirih, maupun Satgas-satgas pendukung lain," pungkasnya.