Kondisi Bali Panas dan Gerah: Suhu Capai 34°C, Kelembapan Udara 80-90 Persen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana cuaca panas di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana cuaca panas di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Sejumlah wilayah Indonesia mengalami cuaca panas pada pertengahan hingga akhir Oktober 2025, dengan suhu terukur berkisar antara 34–37°C di beberapa stasiun pengamatan BMKG.

Pantauan kumparan, cuaca panas ini juga terasa di Bali, terutama Kota Denpasar. Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika, mengatakan suhu udara maksimum tercatat berkisar antara 32-34 derajat celsius sejak 4 Oktober 2024 lalu.

"Suhu udara maksimum mencapai 34 derajat celsius ini tercatat di Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar sejak tanggal 4 Oktober 2025 dengan nilai yang berfluktuasi setiap harinya," katanya saat dihubungi kumparan, Kamis (16/10).

Kelembapan udara tercatat sekitar 80-90 persen sehingga membuat udara terasa gerah.

"Selain itu, kelembaban udara yang cukup tinggi hingga mencapai 80-90 persen, membuat udara juga terasa gerah," sambungnya.

Ariantika mengungkapkan, cuaca panas dan udara gerah ini disebabkan posisi semu matahari saat ini bergerak ke arah selatan ekuator yang menyebabkan sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator termasuk Bali akan menerima penyinaran matahari yang relatif lebih intens.

Sehingga, energi panas matahari lebih besar diserap oleh permukaan bumi serta suhu udara menjadi lebih tinggi dari biasanya. Hal ini juga dipengaruhi oleh tutupan awan yang minim sehingga panas dari matahari terasa secara langsung.

Kondisi panas dan gerah ini diprediksi masih akan berlangsung selama oktober hingga awal November 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap terhidrasi atau minum dalam jumlah cukup, menggunakan topi atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan dan waspada terhadap perubahan kondisi cuaca.

Kondisi cuaca panas dan gerah ini diamini salah satu warga bernama Yona (25 tahun, laki-laki). Dia merasa gerah baik pada pagi, siang dan malam hari sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

"Aktivitas sehari-hari di rumah aja terganggu, walaupun pakai kipas masih gerah. Mau tidur malam juga gak nyaman, apalagi kalau beraktivitas di lapangan, panas banget," katanya.