Kondisi BJ Habibie Semakin Membaik, Tapi Masih Menjalani Perawatan

Kondisi kesehatan Presiden ke-3 RI BJ Habibie dinyatakan semakin membaik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima laporan terakhir dari tim dokter kepresidenan terkait kondisi kesehatan Habibie pada Sabtu (10/3).
Setelah dilakukan beberapa tindakan di klinik Starnberg, Munich, Jerman, tim dokter mendiagnosis terdapat kelainan pada katup jantung dengan derajat ringan. Dapat disimpulkan bahwa kelainan katup jantung tersebut belum memerlukan tindakan yang invasif.
“Perawatan dengan obat-obatan diberikan secara intensif dan berkelanjutan dengan memantau keluhan sesak yang berangsung-angsur hilang,” kata Ketua Dokter Kepresidenan RI, Azis Rani, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/3).
Tim dokter juga melaporkan keadaan umum dan pernafasan Habibie saat ini sudah semakin membaik, tidak ada kegawatan, gangguan gizi, dan gangguan lainnya. Kendati demikian, Habibie direncanakan masih perlu melanjutkan perawatan dan pemeriksaan, beberapa hari ke depan.

Jokowi sendiri berharap Habibie dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Melalui sambungan telepon pada Minggu (4/3) lalu, ia menyempatkan berbincang sejenak sekaligus mendoakan kesembuhan Habibie.
"Kita semua di Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, mendoakan Bapak. Semoga segera sehat kembali, bisa beraktivitas dan kembali ke Indonesia," ucap Jokowi.
Seperti diketahui, Habibie saat ini masih menjalani perawatan di Munich, Jerman. Habibie dilaporkan mengalami sesak saat kunjungan pribadinya ke Jerman pada 27 Februari lalu. Kemudian ia dibawa ke salah satu rumah sakit di Munich untuk dilakukan pertolongan.
Sejak Minggu (4/3), perawatan Habibie didampingi langsung oleh dokter kepresidenan. Presiden Jokowi saat itu mengutus Lukman Hakim Makmun, salah satu dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan untuk berangkat ke Jerman.
