Kondisi Dinamis Sungai Aare Munculkan Kendala Pencarian Anak Ridwan Kamil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz di sepanjang sungai Aare, kota Bern, Swiss, berlanjut di hari ke empat, Minggu (29/5/2022). Foto: KBRI Swiss
zoom-in-whitePerbesar
Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz di sepanjang sungai Aare, kota Bern, Swiss, berlanjut di hari ke empat, Minggu (29/5/2022). Foto: KBRI Swiss

Kondisi sungai Aare yang dinamis mempersulit upaya pencarian putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn yang hilang di Bern, Swiss. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Hadad pada Senin (6/6/2022).

“Hal yang menjadi kendala dalam proses pencarian ini utamanya adalah kondisi dinamis Sungai Aare itu sendiri. Seperti cuaca yang kebetulan pada hari-hari terakhir ini diwarnai dengan hujan dan storm yang ada di beberapa lokasi di Switzerland,” ungkap Dubes Swiss Muliaman Hadad pada press briefing virtual.

Kendala lainnya yaitu curah hujan dan suhu di Bern. Kedua faktor tersebut mempengaruhi debit air sungai Aare.

Sungai Aare mengitari gedung-gedung cantik Kota Bern. Foto: Youtube/@BernWelcome

“Debit air pada saat kejadian mencapai sekitar 200 meter kubik per detik. Debit air ini berubah setiap hari tergantung pada intensitas pencarian pada glasier dari pegunungan di Bern, yang dipengaruhi hujan maupun naiknya temperatur udara di pegunungan,” papar Muliaman.

“Di beberapa hari setelah kejadian pun, volume debit air masih tinggi disertai kekeruhan yang cukup tinggi, yang berasal dari unsur partikel salju yang mencair,” jelasnya.

Debit air sungai Aare sempat turun pada Jumat (3/6/2022) pekan lalu. Saat itu, debit air mencapai 150 meter kubik per detik.

“Namun, bagaimanapun sungai Aare ini adalah sungai yang sangat dinamis yang kondisinya sewaktu-waktu bisa berubah tergantung keadaan alam,” tambahnya.

Dalam beberapa saat ke depan, kondisi alam diharapkan dapat berkontribusi positif pada upaya pencarian Emmeril. Pasalnya, Swiss mulai memasuki musim panas. Musim panas tentunya akan mengubah kondisi dinamika sungai dan pengunjungnya.

“Saat ini di Swiss mulai memasuki musim panas, pihak kepolisian Bern optimis bahwa dengan naiknya temperatur akan terjadi penambahan debit air di sungai Aare,” ujar Muliaman.

“Musim panas juga berarti intensitas aktivitas pengunjung di sepanjang sungai Aare juga akan bertambah, peningkatan dinamika air dan manusia di sungai Aare diharapkan akan berkontribusi dalam proses pencarian,” sambungnya.

Emmeril, atau yang akrab disapa Eril, hilang saat berenang di sungai Aare, Kamis (26/5/2022) lalu. Upaya pencarian telah memasuki hari ke 12.

Meski demikian, usaha optimal tetap dilaksanakan secara konsisten oleh otoritas setempat. KBRI Bern mengatakan, mereka berkomitmen untuk melanjutkan upaya ini hingga Eril ditemukan.

Penulis: Airin Sukono.