Kondisi Korban Selamat Ambrolnya Bangunan Toko Kain di Denpasar saat Banjir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muis (50) menjadi salah satu korban selamat dalam insiden robohnya bangunan toko kain yang berada di bantaran sungai atau Tukad Badung, Jalan Hasanuddin, dirawat di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar Kota, Bali, Jumat (12/9/2025). Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Muis (50) menjadi salah satu korban selamat dalam insiden robohnya bangunan toko kain yang berada di bantaran sungai atau Tukad Badung, Jalan Hasanuddin, dirawat di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar Kota, Bali, Jumat (12/9/2025). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Muis (laki-laki, 50 tahun) menjadi salah satu korban selamat dalam insiden robohnya bangunan toko kain yang berada di bantaran sungai atau Tukad Badung, Jalan Hasanuddin, Kota Denpasar, Bali.

Bangunan ini roboh karena terseret arus air sungai yang meluap akibat hujan deras mengguyur, Rabu, Jumat (12/9).

Kepala IGD RSUP Prof IGNG Ngoerah Komang Werta mengatakan, Muis mengalami patah tulang rusuk sehingga menyebabkan gangguan pernapasan dan cidera kepala ringan akibat sempat tertimpa reruntuhan.

Muis sedang dalam perawatan, kondisinya semakin membaik. Apabila kondisinya terus membaik maka bisa menjalani perawatan dalam 3-4 hari ke depan.

"Karena memang ada patah tulang rusuk beliau nya. Kemudian ada cedera kepala ringan juga. Namun dengan pengawasan sekarang kondisinya sudah mulai lebih baik," katanya di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, Jumat, (12/9).

Muis hari ini dijenguk oleh Mensos Saifullah Yusuf. Dia menyebut kunjungannya untuk memastikan seluruh korban banjir bisa ditangani dengan baik.

Mensos Saifullah Yusuf menjenguk korban insiden rubuhnya toko di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, Jumat (12/9/2025). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Santunan Korban Banjir

Saifullah mengatakan, Kemensos akan menggelontorkan uang bantuan senilai Rp 2 miliar untuk kebutuhan logistik dan santunan kepada korban banjir. Adapun rinciannya sebesar Rp 15 juta bagi korban meninggal dan Rp 5 juta bagi korban terluka.

Selain itu, Kemensos berkoordinasi dengan Dinsos Bali untuk membuka dapur umum hingga layanan psikologi bagi warga terdampak. Sampai saat ini, dapur umum baru dibuka di Kabupaten Jembrana.

"Mungkin kalau ada anak-anak atau ada orang tua, lansia yang memerlukan konseling ya, memerlukan satu proses untuk supaya mereka lebih nyaman tinggal di tempat pengungsian dan terhibur, kemudian mereka nanti bisa pulih kembali tidak trauma," katanya.

Dalam insiden ini, ada dua toko kain yang ambrol. Toko tersebut adalah Toko Taslim, yang dihuni oleh Tasnim (perempuan, 54 tahun) dan Farwa Husein Jenis (laki-laki, 32 tahun). Keduanya ditemukan tewas.

Toko Centrum yang dihuni oleh ibu Maimunah (diduga berusia 75 tahun) tinggal bersama anaknya Nadira (perempuan, 48 tahun), menantunya Muis (50 tahun) dan cucunya Khusay (23 tahun). Nadira dan Maimunah ditemukan tewas, sedangkan Muis dan Khusay ditemukan selamat.