Kondisi Siswa SD Ditabrak Mobil MBG di Jakut: Dirawat di PICU, 18 Gigi Rontok
·waktu baca 2 menit

Prilio adalah siswa kelas 4 SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta Utara yang ditabrak mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (11/12) pagi, saat kegiatan literasi berlangsung di halaman sekolah.
Sang bude, Yana mengatakan, keponakannya sekarang tengah ditangani di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) RSUD Koja, Jakarta Utara.
“Sekarang di ruang PICU anak. Kondisi terakhir sudah di-scan, tidak ada yang lebih serius. Hanya memang rahangnya itu, karena dia giginya tanggal 18, copot semua,” ujar Yana kepada wartawan di ruang tunggu IGD RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/12).
“Dengan kondisi di sini (menunjuk rahang) ada retak gitu. Lumayan cukup serius dan memang harus dilakukan tindakan operasi. Tapi dokter bilang enggak sekarang, diobservasi selama satu minggu ke depan,” sambung dia.
Menurut Yana, Prilio ditemukan dalam kondisi berada di kolong mobil saat kejadian. Ia juga mengatakan, sang ponakan memiliki memar di area wajah dan kuping yang mengeluarkan darah.
“Mungkin dia ditabrak dengan kecepatan lumayan, kepalanya itu nyium halaman sekolah. Di sini (wajah) memar dan dari sini (kuping) keluar darah. Bisa bayangin dari hidung dan kuping keluar darah,” katanya.
Meski begitu, Prilio sudah merespons saat diajak komunikasi oleh dokter.
“Alhamdulillah, ditanya dokter dia respons,” kata Yana.
Yana menuturkan, keluarga masih syok dan tak menyangka kejadian berlangsung tak lama setelah orang tua korban mengantarnya ke sekolah.
“Pasti sedih, kaget. Karena memang baru dianterin. Bayangin kita baru nganter anak sekolah, tiba-tiba dikabarin beberapa menit kemudian anak sudah dalam kondisi seperti itu,” ucapnya.
Keluarga mengaku belum menerima penjelasan detail dari kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan. Mereka berharap penyebab kecelakaan dapat diungkap.
“Pihak keluarga penasaran, kok bisa gitu. Ada berita simpang siur, tapi dari kepolisian bilang masih dalam penyelidikan. Tapi utamanya keluarga dulu ya. Kesehatan mental dan jasmani korban,” ungkap Yana.
