Kondisi TPU di Jakbar: Tak Layani Makam Baru, Hanya Tumpang Maksimal 3 Jenazah
ยทwaktu baca 3 menit

Krisis ketersediaan lahan pemakaman tak hanya terjadi di Jakarta Selatan, tapi juga terjadi di sejumlah TPU yang ada di Jakarta Barat. Di TPU Duri Kepa, terlihat jarak di antara petak pemakaman sudah begitu berimpitan. Tak ada lagi ruang untuk pembuatan petak baru.
Penjaga TPU Kepa Duri, Indrianto, mengatakan TPU Kepa Duri sudah penuh sejak tahun 2020 atau tepatnya saat pandemi COVID-19 merebak.
Kini, TPU Kepa Duri tak membuka lagi petak pemakaman. Hanya fasilitas pemakaman tumpang yang tersedia di sana. Maksimal, hanya tiga jenazah yang dapat ditumpang.
"Kalau kondisi di Kepa Duri, kita penuh, kecuali untuk tumpuk, itu pun kalau ada keluarga yang dimakamkan di sini. Harus persetujuan dengan keluarga," kata dia saat ditemui pada Rabu (22/10).
Indrianto menyebut sekitar 30 persen dari 8 ribu petak makam yang ada di TPU Kepa Duri merupakan makam tumpang. Jikalau ada anggota keluarga yang masih ingin memakamkan anggota keluarganya di Jakarta Barat, maka akan diarahkan ke TPU Tegal Alur.
"Di sini udah enggak nerima lagi," ucap dia.
Di TPU Tegal Alur, menurut Indrianto, rencananya akan ada perluasan area pemakaman. Sementara itu, di TPU Kepa Duri, area pemakaman tak dapat diperluas karena area di sekitar makam sudah berdiri pemukiman warga.
"Kiri sama kanan perumahan mentok ini," ujar dia.
TPU Rawa Kopi
Kondisi serupa tampak di TPU Rawa Kopi. Di sana juga terlihat jarak di antara petak pemakaman sudah begitu berimpitan. Admin TPU Rawa Kopi, Agung Satria Dilaga, mengatakan TPU Rawa Kopi sudah mulai penuh sejak tahun 2015. Kini, TPU Rawa Kopi hanya menyediakan pemakaman tumpang.
"Kondisinya kita sudah tutup buat lahan baru, kita hanya terima tumpang aja," ucap dia.
"Kalau kita semua di sini kapasitasnya kalau untuk sekarang ada 10 ribu. 70 persen (pemakaman tumpang) perkiraan dari kapasitas yang ada," lanjut dia.
Agung menambahkan, TPU Rawa Kopi juga tak memungkinkan untuk memperluas area pemakaman karena sudah terhimpit pemukiman warga. Maka dari itu, apabila ada yang hendak memakamkan anggota keluarganya akan diarahkan ke TPU Tegal Alur.
"Ini kita udah tutup. Jadi yang yang diprioritaskan ya yang udah dimakamkan di sini. Karena kan gak ada baru," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, keterbatasan lahan pemakaman memang jadi persoalan serius di Jakarta. Pertumbuhan wilayah Jakarta yang padat membuat kebutuhan lahan pemakaman kian mendesak.
Ada beberapa opsi solusi bagi krisis lahan makam ini. Salah satunya adalah pemakaman tumpang. Selain itu, opsi lainnya yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan TPU di luar wilayah Jakarta.
