Konflik Gubernur Tokyo dengan PM Jepang soal Corona Mencapai Titik Temu

Ketegangan antara pemerintahan kota Tokyo dan pemerintah pusat Jepang akhirnya mereda setelah dicapai titik temu. Sebelumnya, Tokyo menuding pusat lambat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan virus corona.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike bersitegang dengan Perdana Menteri Shinzo Abe terutama soal tempat usaha apa yang boleh buka selama situasi darurat kota. Abe memang telah menetapkan situasi darurat untuk Tokyo, namun dia menegaskan bahwa ini bukan lockdown.
Artinya, tempat usaha boleh buka, warga diminta tetap di rumah, tapi itu hanya imbauan tanpa ada sanksi. Kebijakan Abe yang abu-abu memicu kebingungan di tengah masyarakat.
Sebelumnya Koike, yang digadang sebagai PM Jepang di masa depan, telah mendesak Abe untuk menerapkan status darurat di Tokyo secepatnya. Setelah status darurat ditetapkan, Koike mendesak Abe agar tempat-tempat usaha segera ditutup.
Abe awalnya menolak karena khawatir penutupan toko akan memicu kepanikan masyarakat dan panic-buying. Selain itu dia memandang pentingnya keberlangsungan ekonomi di tengah masyarakat.
Akhirnya pada Kamis (9/4), Koike mengatakan dirinya dan pemerintahan Abe telah mencapai titik temu. Abe, kata dia, telah menyetujui tempat usaha tutup, tapi tidak semuanya.
Diberitakan Reuters yang mengutip NHK, Jumat (10/4), di antara tempat yang akan ditutup adalah kedai judi pachinko dan kafe internet. Restoran-restoran di Jepang akan dibatasi jam bukanya. Sementara atas usulan pemerintah pusat, pusat perbelanjaan, pusat furnitur, dan salon kecantikan tetap akan dibuka karena dianggap kebutuhan esensial.
Sejauh ini di Jepang sudah ada 5.548 penderita virus corona, dengan 108 kematian. Sebanyak 1.519 kasus ada di Tokyo. Koike mengatakan kebijakan penutupan tempat usaha akan segera diterapkan pada Sabtu.
"Ini soal melindungi nyawa manusia, jadi saya kira warga Tokyo menyadari perlunya tindakan cepat," kata Koike.
==========================
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
