Konflik UIN Jakarta-Yayasan Sekolah di Pamulang: Sempat Ricuh, Murid PJJ

Sengketa aset lahan yang melibatkan pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan yayasan sekolah di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sempat menimbulkan keributan pada Sabtu (22/8).
Ketegangan terjadi di kawasan sekolah setelah gerbang pembatas dipasangi kawat berduri. Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan di sekitar TKIP dan SDIP Pamulang.
Menurut versi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tanah sekitar 8.000 m² dan bangunan sekitar 3.000 m² di kawasan sekolah disebut sebagai aset negara yang berada dalam ekosistem kelembagaan UIN.
UIN kemudian melakukan alih kelola sekolah untuk mengamankan aset dan memastikan kepastian hukum penyelenggaraan pendidikan.
Namun, di sisi lain, yayasan sekolah juga merasa masih punya dasar hukum atas pengelolaan sekolah.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun langsung ke lokasi untuk meredam keributan. Ia mengatakan kehadirannya bersama jajaran kepolisian bertujuan mencegah ketegangan berkembang menjadi bentrokan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami hadir langsung untuk meredam para pihak agar tidak menimbulkan keributan berlanjut dan mengganggu kamtibmas di wilayah ini," kata Boy kepada wartawan.
Menurutnya, polisi segera melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang terlibat nggak pihak berhasil kami mediasi sehingga tidak terjadi bentrokan yang dapat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi," ujarnya.
Boy menambahkan, persoalan yang menjadi pemicu keributan disepakati untuk diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang ditempuh oleh masing-masing pihak.
"Terkait persoalan sengketa, mereka sepakat untuk menyelesaikannya secara internal antar pihak," katanya.
Untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, polisi juga memfasilitasi kepulangan massa yang berada di lokasi menggunakan kendaraan milik Polres Tangerang Selatan.
"Kondisi saat ini alhamdulillah sudah kondusif, aman, dan terkendali," katanya.
Siswa Masih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Meski situasi telah dinyatakan kondusif, kegiatan belajar mengajar di lingkungan TKIP dan SDIP Pamulang belum kembali normal. Hingga Senin (24/8/2026), para siswa masih mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana kawasan sekolah tampak lengang. Tidak terlihat aktivitas belajar mengajar maupun kehadiran siswa di area sekolah. Sejumlah personel kepolisian juga masih terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Penghentian sementara kegiatan tatap muka dilakukan karena para orang tua murid khawatir.
Salah seorang wali murid, Dedi, mengaku bersama sejumlah orang tua siswa sempat memeriksa kondisi ruang kelas setelah insiden tersebut. Dari hasil pengecekan, mereka menemukan sejumlah puntung rokok dan bekas minuman di beberapa ruangan.
"Anak saya sekolah di sana, sekarang masih PJJ. Saat orang tua mengecek kelas, ditemukan banyak puntung rokok di dalam ruangan," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian orang tua merasa keberatan apabila kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan sebelum ruang kelas dipastikan bersih dan layak digunakan.
"Para orang tua tentu ingin lingkungan belajar anak-anak tetap bersih dan nyaman. Karena itu mereka berharap kondisi kelas benar-benar dibersihkan terlebih dahulu," katanya.
Dedi menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik ruang kelas, tetapi juga kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar bagi para siswa.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima para wali murid, aktivitas yang meninggalkan puntung rokok tersebut diduga terjadi pada Sabtu dini hari ketika sekolah dalam kondisi kosong dan tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, sejumlah orang tua juga mendapati adanya bekas minuman di beberapa sudut ruang kelas. Temuan tersebut kemudian didokumentasikan dan dibagikan di grup komunikasi para wali murid.
"Foto dan videonya sudah beredar di kalangan orang tua murid. Mereka berharap kondisi sekolah bisa segera kembali normal," ujarnya.
Para orang tua berharap polemik yang terjadi tidak berkepanjangan dan tidak mengganggu proses pendidikan anak-anak. Mereka meminta seluruh pihak yang berselisih mengutamakan kepentingan siswa serta menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif.
Menurut informasi yang diterima para wali murid, kegiatan belajar tatap muka direncanakan kembali berlangsung pada Rabu mendatang, meski hingga kini masih menunggu kepastian dari pihak terkait.
