Kongo Ingin Belajar Pertambangan dari Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wapres JK dan Wakil PM Republik Demokratik Kongo, Kamis (6/9/2018). (Foto:  Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wapres JK dan Wakil PM Republik Demokratik Kongo, Kamis (6/9/2018). (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Republik Demokratik Kongo ingin belajar mengenai pertambangan dari Indonesia. Keinginan tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Kongo Leonard She Okitundu Lundula saat bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam pertemuan dengan Leonard di kantor Wapres, JK didampingi beberapa menteri dari Kabinet Kerja seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

"Mereka spesialisasinya atau atensinya untuk mining, karena itu pak wakil Menteri ESDM juga ada di sini," kata Retno di kantor Wapres, Kamis (6/9).

Wapres JK dan Wakil PM Republik Demokratik Kongo, Kamis (6/9/2018). (Foto:  Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wapres JK dan Wakil PM Republik Demokratik Kongo, Kamis (6/9/2018). (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

"Dia ingin belajar dari Indonesia mengenai mining besok mereka akan ketemu dengan PT. Timah, dengan Inalum, dengan WIKA, karena menyangkut beberapa kemungkinan potensi kerja sama di bidang infrastruktur dan juga dengan ekspor impor bank," sambung Retno.

Retno menyebut, menindaklanjuti niat Kongo belajar mengenai pertambangan dan memperluas kerja sama, pemerintah merencanakan mengirim tim ke ibu kota Kongo, Kinshasa.

"Jadi sekali lagi adalah tahapan membuka jalan, besok sudah mulai bicara dengan BUMN Indonesia dan setelah itu kita akan mengirim tim ke Kinshasa untuk lebih mendetailkan lagi. Jadi intinya mungkin itu," ujar Retno.

Menambahkan Retno, Arcandra menyambut niatan Kongo belajar serta menjalin kerja sama di bidang pertambangan. Namun, Arcandra belum bisa memberikan detail kerja sama tersebut.

"Kita ingin mengeksplor bentuk kerja sama seperti apa, kemudian miningnya, mining yang mana, kemudian apa insentif yang mungkin bisa kita dapatkan dengan kerja sama ini," sebut Arcandra.

"Ini kita harapkan bentuk kemudian yang akan kita adakan semacam energy dialog atau mining dialog antara kedua negara," pungkas dia.