Kontak Pertama Sejak Eskalasi, Arab Saudi–Iran Bahas Redakan Ketegangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman disambut oleh Kepala Staf Umum Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri (R) pada saat kedatangannya di Teheran, Iran, Kamis (17/4/2025). Foto: Anadolu Agency/ Via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman disambut oleh Kepala Staf Umum Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri (R) pada saat kedatangannya di Teheran, Iran, Kamis (17/4/2025). Foto: Anadolu Agency/ Via Reuters

Dua negara berpengaruh di Timur Tengah, Iran dan Arab Saudi, melakukan kontak diplomatik resmi pertama sejak perang yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menerima panggilan telepon dari mitranya, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, pada Kamis, 9 April 2026, demikian dikutip dari Saudi Gazette, Jumat (10/4).

Selama komunikasi via telepon tersebut, kedua menteri membahas perkembangan terbaru di kawasan serta meninjau upaya untuk meredakan ketegangan dan memulihkan keamanan serta stabilitas regional.

Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

“Percakapan itu menjadi salah satu kontak pertama yang diumumkan secara publik antara kedua pihak sejak eskalasi terbaru di kawasan,” demikian laporan tersebut.

Kantor berita negara Iran, IRNA, juga memberitakan komunikasi tersebut. Dikatakan bahwa Abbas Araghchi dan Faisal bin Farhan membahas hubungan bilateral serta perkembangan kawasan.

Media tersebut menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian.

Menlu Iran Seyed Abbas Aragchi dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Foto: Dok Kemlu Arab Saudi

Komunikasi ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa, yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan final untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Perang tersebut telah menewaskan dan melukai ribuan orang di berbagai pihak.

Saudi vs Iran

Rudal patriot AS di Arab Saudi Foto: AFP/Jack Guez

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan berupa rudal balistik dan drone ke beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi, sebagai respons terhadap serangan AS-Israel.

Serangan terhadap Saudi mencakup target militer seperti Prince Sultan Air Base (dekat Riyadh), yang menjadi basis bersama pasukan Saudi dan AS. Serangan ini melukai puluhan tentara AS dan merusak pesawat serta radar pertahanan.

Arab Saudi menghadapi puluhan rudal balistik dan ratusan drone Iran sepanjang Maret 2026, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Anggota Biro Politik pada Komite Sentral Partai Komunis China Wang Yi (tengah), bersama Direktur Komisi Hubungan Luar Negeri Iran Ali Shamkhani dan Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi Musaad bin Mohammed Al Aiban foto bersama. Foto: China Daily/ via REUTERS

Serangan ini turut memicu Saudi mengusir atase militer Iran dan beberapa staf kedutaan pada Maret 2026. Perang ini memperburuk ketegangan bilateral meskipun kedua negara sempat menjalin rekonsiliasi sebelumnya di bawah mediasi China.

Iran selama ini menegaskan bahwa mereka tidak berniat menyerang negara-negara Teluk dan fokus pada target militer dan kepentingan AS.

Peta Iran dan Arab Saudi. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock