Kontroversi Selimuti Patung Yesus di Peru

Patung Yesus Kristus raksasa yang berdiri megah di Peru menuai kontroversi. Hal ini terkait pembiayaan patung yang berasal dari skandal korupsi.
Uang untuk membuat patung didapat dari perusahaan Brasil Odebrecht yang tercemar kasus korupsi dengan mantan Presiden Peru Alan Garcia.
Patung Yesus Kristus kontroversial itu terletak di Gunung Chorrillos di sebelah selatan Lima. Untuk membangun patung setinggi 37 meter biayanya mencapai USD 37 ribu atau Rp 11,6 miliar.
Karena terlalu mahal serta didanai uang 'haram', patung yang saat ini dikenal dengan julukan 'Christ of Theft diminta untuk dirubuhkan. Tuntutan tersebut diprakarsai oleh LSM Es Momento.
"Tidak mungkin ini tetap menjadi bagian dari ruang lingkup perkotaan," sebut pemimpin Es Momento Cristhian Rojas, seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/7).
Sejarah pendirian patung Yesus di Lima Peru sendiri bermula saat pemimpin Odebrecht, Marcelo Odebrecht, memberikan hadiah bagi Garcia di akhir massa kepemimpinannya 2011 lalu.
Pemberian patung diduga kuat bagian suap Odebrecht kepada Pemerintah Peru melalui Garcia. Dugaan ini diperkuat dengan bukti bahwa pada rentang waktu 2005 sampai 2014 mereka menyogok otoritas Peru sebesar USD 29 juta atau Rp 404 miliar.
Kejaksaan Peru menyatakan, informasi itu didapat dari seorang pejabat Peru era Garcia. Odebrecht juga telah mengakui menyogok beberapa negara di Amerika Selatan untuk memuluskan proyek-proyek mereka.
Monumen yang Telantar
Memiliki nama resmi 'Christ of the Pacific' pendirian patung Yesus di Lima terinspirasi dari patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro. Saking megahnya, patung Christ the Redeemer telah menjadi trademark kota Rio de Janeiro dan menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.
Kondisi tersebut ternyata tidak berlaku di Peru. Patung Yesus di Lima hanya sedikit menarik turis yang sedang pelesiran di Peru.
Di samping itu, patung Yesus di Peru juga kotor dan diabaikan perawatannya oleh pemerintah pusat mau pun kota.
Situasi tersebut pun dipakai Es Momento sebagai alasan tambahan kenapa patung itu mesti dipindahkan atau dirubuhkan. Saat ini, petisi pemindahan patung sudah ditandatangani oleh ribuan orang.
Keinginan Rojas untuk menghancurkan patung memang begitu menggebu. Tetapi, cita-citanya tidak bisa terwujud dengan mudah. Salah satu faktor penghalang adalah sensitivitas persoalan peruntuhan yang berpotensi menyinggung warga Peru. Mayoritas penduduk Peru memeluk agama Katolik.
Rojas menegaskan, yang ingin dilakukannya hanyalah meruntuhkan seluruh simbol korupsi yang berada di Peru.
"Kami tak ingin menghancurkan atau menyerang aspek agama di monumen ini, tapi yang ingin kami serang simbol korupsi," tutur Rojas.
"Alan Garcia menggunakan simbol agama untuk membersihkan simbol korupsi," sambung dia.
Terkait tuntutan Garcia, Presiden Peru Martin Vizcarra menyebut pemerintahannya belum memiliki dana untuk merubuhkan atau memindahkan patung Yesus.
