Konvoi Membawa Senjata Tajam, 9 Pemuda Ditangkap Tim Pemburu Preman

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)

Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat menangkap konvoi motor 9 pemuda yang hendak tawuran di Cengkareng, Jakarta Barat. Sepanjang jalan pelaku mengacungkan senjata tajam.

Kepala TPP Polres Jakbar Ipda Ngurah mengungkapkan, pihaknya menerima laporan warga sehingga dilakukan penyisiran di 3 lokasi. Benar saja, pukul 01.00 WIB, Minggu (28/1), polisi menemukan konvoi motor bawa senjata tajam.

Barang Bukti Sajam (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Barang Bukti Sajam (Foto: Istimewa)

“Dari laporan warga saat itu juga kita menyisir lokasi Rawa Buaya, Daan Mogot, dan Cengkareng Barat,” kata Ngurah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/1).

“Melibatkan 6 personel, kita menemukan konvoi pelaku di Jembatan Rawa Buaya,” sambung Ngurah.

Barang Bukti Sajam (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Barang Bukti Sajam (Foto: Istimewa)

Pelaku yang mengetahui kehadiran polisi sempat berusaha kabur dan melawan sehingga terjadi kejar-kejaran dengan polisi. Pelaku sempat mengacungkan senjata tajam ke arah polisi.

“Saat ditangkap pun sempat ada perlawanan, namun berhasil diamankan para pelaku yakni AM (22 ), RYS (21) RMA (16), MK (23 ) MS (16) MM (17) MII (16) RR (17) dan EA (17), di Jembatan Rawa Buaya,” pungkas Ngurah.

Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)

Saat ini 9 orang pemuda tersebut telah diamankan di Polres Jakarta Barat beserta alat bukti 2 gergaji, 1 pedang panjang tanpa gagang, 1 golok terbuat dari plat, 1 stik golf, dan 5 unit sepeda motor.

Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Sembilan Pemuda terlibat Konvoi Sajam (Foto: Istimewa)

Di tempat terpisah Kapolres Jakbar Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan pihaknya akan tetap mengembangkan kasus ini untuk menghindari aksi kriminalitas di Jakarta Barat.