Konvoi UNIFIL Italia Kena Tembakan IDF, Roma Panggil Dubes Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang penjaga perdamaian asal Italia yang bertugas dalam Misi Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berjaga di pos pengamatan di sepanjang Garis Biru antara Ras Naqoura dan Labounieh di Lebanon selatan. Foto: Dok un.org
zoom-in-whitePerbesar
Seorang penjaga perdamaian asal Italia yang bertugas dalam Misi Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berjaga di pos pengamatan di sepanjang Garis Biru antara Ras Naqoura dan Labounieh di Lebanon selatan. Foto: Dok un.org

Lagi-lagi insiden menimpa pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan, kali ini terjadi pada kontingen Italia. Kendaraan kontingen Italia rusak akibat tembakan peringatan yang diluncurkan militer Israel (IDF).

Akibat insiden ini, Italia pada Rabu (8/4) memanggil Duta Besar Israel di Roma.

Anadolu pada Kamis (9/4) melaporkan, Menlu Italia, Antonio Tajani, dalam unggahan di X mengatakan, ia "baru saja menginstruksikan agar duta besar Israel untuk Italia dipanggil ke Kementerian Luar Negeri untuk menjelaskan apa yang terjadi hari ini di Lebanon".

Dia juga menegaskan bahwa "militer Italia tidak boleh disentuh".

instagram embed

Langkah ini diambil setelah Tajani mengatakan kepada parlemen pada Rabu (8/4) bahwa konvoi UNIFIL Italia terkena dampak di tengah meningkatnya eskalasi konflik Israel vs Lebanon.

“Tembakan peringatan Israel merusak salah satu kendaraan kami, untungnya tidak ada korban luka, tetapi konvoi tersebut harus kembali (ke markas),” ujarnya.

Tajani mengatakan, konvoi itu sedang membawa personel menuju Beirut — ibu kota Lebanon — untuk repatriasi.

Peta Palestina, Lebanon, dan Israel. Foto: Dimitrios Karamitros/Shutterstock

Pemboman Israel Paling Dahsyat

Tajani juga memperingatkan meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon. Dia mengatakan bahwa telah terjadi "pemboman Israel paling dahsyat sejak perang kembali berlanjut, dengan sekitar 150 pesawat dilaporkan terlibat di seluruh Lebanon."

Lebanon melaporkan, sedikitnya 254 orang tewas akibat serangan besar Israel tersebut. Ini merupakan serangan terbesar sejak invasi darat Israel ke Lebanon pada medio Maret lalu.

kumparan post embed