Kopda Muslimin Janjikan Bonus ke Eksekutor bila Istrinya Tewas: Uang dan Mobil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro
zoom-in-whitePerbesar
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro

Fakta baru kembali terungkap dari kasus penembakan Rina Wulandari (34). Dalang penembakan itu, yang tak lain ialah suami korban Kopda Muslimin ternyata menjanjikan upah Rp 200 juta dan 1 unit mobil Toyota Yaris kepada 4 pembunuh bayaran yang disewanya.

"Jadi selain Rp 120 juta itu kalau penembakan itu berhasil maka akan diberi bonus. Total (upah) Rp 200 juta tapi baru dikasih Rp 120 juta plus mobil Yaris. Ya total Rp 400 juta," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudussy kepada wartawan di Polres Semarang, Selasa (26/7).

Tim gabungan pun masih menelusuri asal muasal kekayaan prajurit berpangkat Kopral Dua itu.

"Kita akan selidiki (kekayaannya), tapi soal itu tanyakan ke Pendam ya," kata Iqbal.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 4 pelaku penembakan, masing-masing bernama Sugiono alias Babi (36), Ponco Aji (26). Kemudian Yono alias Sirun (45), Agus Santoso (43) dan satu orang penyedia senjata bernama Dwi Sulistiyo (37).

Kelima orang tersangka ini merupakan suruhan suami korban Kopda Muslimin. Mereka diminta untuk membunuh Rina dengan bayaran awal Rp 120 juta.

Personel Resmob Polrestabes Semarang berpakaian sipil membopong tersangka Sgn selaku eksekutor penembakan saat dihadirkan dalam konferensi pers kasus percobaan pembunuhan berencana istri anggota TNI AD. Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Uang ratusan juta itu kemudian dibagikan kepada 4 pelaku yang bertugas di lapangan.

Kopda Muslimin memerintahkan 4 pembunuh bayaran untuk membunuh istrinya demi wanita lain. Pacar Muslimin pun telah diamankan oleh tim gabungan.

Korban sendiri menerima dua luka tembak di bagian perut sebelah kiri. Bahkan, satu proyektil peluru sempat bersarang di perut korban.

Untuk diketahui, peristiwa ini sendiri terjadi di depan rumah korban di Perumahan Grand Cemara, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 siang, pada Senin (18/7) kemarin.

Ibu 3 anak itu mengalami luka parah akibat dua tembakan yang dilayangkan oleh pelaku.