Kopi Indonesia Paling Digemari di Wellington

Kopi Indonesia memiliki tempat tersendiri dalam lidah para pecinta kopi di seluruh dunia. Di Selandia Baru, kopi Indonesia ternyata paling diminati dibanding kopi dari negara lain.
Hal ini terbukti dalam acara uji rasa kopi atau coffee cupping yang diadakan Asosiasi Indonesia Selandia Baru (NZIA) untuk para anggotanya di Kedutaan Besar RI di Wellington pada Kamis sore (9/11).
Dalam acara ini dihadirkan kopi andalan dari 4 negara; Colombia, Ruwanda, Guatemala dan Indonesia. Kopi disajikan secara blind test ke 30 penikmat kopi yang hadir.
Setelah semua kopi dicoba, mereka diminta untuk menilai. Dua coffee educator profesional didatangkan untuk memimpin coffee cupping ini, yaitu Claire Matheson dan Sarah Lindquist.

Hasilnya sangat mengembirakan, kopi Arabica dari Jawa Barat paling disukai cita rasanya. Menurut Lindquist, kopi Jawa Barat menyajikan aroma dan body yang paling pas.
Wellington lima tahun terakhir ini dikenal sebagai kota kopi dunia. Jumlah warung kopi per kapitanya lebih tinggi dari New York. Penikmat kopinya sangat kritis.
Kesempatan ini tentu saja dipergunakan oleh KBRI untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai kopi dari Indonesia.
"Kami mengapresiasi NZIA yang sudah menyelenggarakan acara ini di KBRI" jelas Dubes RI utk Selandia Baru, Tantowi Yahya, dalam rilis KBRI yang diterima kumparan.
Indonesia saat ini tercatat sebagai pengekspor kopi keempat terbesar dunia setelah Brasil, Kolombia dan Vietnam.
Kopi Arabica dari Jawa Barat digemari karena aromanya yang harum. Selain Arabica, ada kopi lainnya dari Indonesia yang jadi primadona di Selandia Baru, yaitu kopi Mandailing.
"Kami senantiasa optimistis kopi dari Indonesia akan semakin diminati di sini" jelas Tantowi.
