Kopi Kenangan Minta Maaf Soal Insiden Karyawan Dobrak Pintu Toilet Pelanggan

Seorang karyawan pria kedai Kopi Kenangan diduga melakukan pelecehan dengan mendobrak pintu toilet pelanggan pada Selasa (2/3) kemarin.
Pihak Kopi Kenangan sudah meminta maaf kepada korban yang bernama Dinda Safay tersebut atas pengalaman pahit yang ia lalui saat berkunjung di salah satu gerai kedai kopi itu di Medan.
"Sehubungan dengan keluhan yang disampaikan oleh salah satu pelanggan kami yaitu Ibu Dinda Safay, Manajemen Kopi Kenangan telah menghubungi Ibu Dinda Safay secara langsung untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang beliau alami," tulis Manajemen Kopi Kenangan melalui Twitter, @KopiKenangan_ID.
Pihak Kopi Kenangan juga menuliskan, sampai saat ini Kopi Kenangan masih melakukan penyelidikan internal untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kejadian yang dialami di salah satu gerai miliknya.
"Kami akan menindaklanjuti kasus ini serta memberikan sanksi tegas jika karyawan terbukti melakukan hal yang tidak mencerminkan nilai perusahaan Kopi Kenangan. Kami sangat menyesalkan kejadian ini," imbuhnya.
Sebelumnya, seorang pelanggan Kopi Kenangan yang dikenal sebagai influencer perempuan media sosial bernama Dinda Safay tersebut membagikan pengalaman pahitnya menjadi korban dugaan pelecehan saat sedang menggunakan toilet di kedai kopi tersebut pada Selasa (2/3) kemarin.
Video itu viral di Tiktok dan menimbulkan kecaman dari warganet atas tindakan karyawan yang masih belum diketahui identitasnya.
Dinda memberikan penjelasan kronologi kejadian di akun Instagramnya. Dalam video penjelasan itu, Dinda mengungkapkan saat itu dia sedang berada di toilet untuk buang air kecil, kondisi pintu toilet memang rusak sehingga tidak bisa dikunci dengan sempurna.
Saat sedang bersih-bersih, tiba-tiba pintu toilet didobrak oleh salah satu karyawan yang mengaku tidak tahu kalau ada orang di dalam. Namun yang membuat Dinda kesal adalah karyawan tersebut menurutnya terkesan menyalahkannya karena tidak mengunci pintu.
"Ini orang dobrak masuk, nggak ada ketuk pintu atau dorong pelan-pelan. Yang bikin kesel adalah respons setelah menutup pintu, dia bilang makanya dikunci. Ini kan toilet customer di lantai 1, toilet karyawan kan ada di lantai 2," kata Dinda.
Selain itu, setelah karyawan tersebut keluar toilet, Dinda mengatakan dia mendengar karyawan tersebut tertawa-tawa dengan temannya terkait insiden itu. Dinda merasa tersudut dan dilecehkan karena karyawan itu telah melihat aktivitasnya di dalam toilet.
==
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
