Korban Banjir di Aceh hingga Jumat Sore: 35 Meninggal, 25 Hilang, dan 8 Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga di permukiman yang terdampak banjir setelah hujan deras di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, 27 November 2025 Foto: REUTERS/Hidayatullah Tajuddin
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga di permukiman yang terdampak banjir setelah hujan deras di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, 27 November 2025 Foto: REUTERS/Hidayatullah Tajuddin

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto merinci jumlah korban bencana banjir di Provinsi Aceh per Jumat (28/11) sore. Banjir ini disebabkan karena hujan lebat yang terus mengguyur dampak dari siklon tropis Senyar.

"Korban jiwa per sore ini 35 jiwa meninggal dunia, 25 hilang dan 8 luka-luka," kata Suharyanto saat jumpa pers di Tapanuli Utara, Jumat (28/11).

Kondisi banjir di Desa Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat

Rincian korban meninggal, lukam dan hilang sebagai berikut:

  1. Kabupaten Bener Meriah: 11 orang meninggal, 13 hilang

  2. Kabupaten Aceh Tenggara: 6 orang meninggal, 7 hilang dan 5 luka-luka

  3. Kabupaten Aceh Tengah: 15 orang meninggal dunia

  4. Kabupaten Gayo Luwes: 1 meninggal dunia, 2 hilang

  5. Kabupaten Aceh Tamiang: 3 luka-luka

  6. Kota Subulussalam: 1 meninggal dunia

  7. Kota Lhokseumawe: 1 meninggal dunia dan 3 hilang

Jumpa pers Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) tentang bencana banjir dan longsor di Sumatera, Jumat (28/11/2025). Foto: BNPB TV

Semua Kabupaten/Kota di Aceh Terdampak

Sedangkan untuk jumlah pengungsi di seluruh Aceh per sore ini terdata berjumlah 4.846 KK.

"Ada beberapa kabupaten/kota yang masih terputus dan belum bisa tembus. Semua kabupaten/kota di Aceh rata-rata terdampak," ucap Suharyanto.