Korban Gempa Cianjur Masih Terus Berdatangan ke RSUD Sayang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

RSUD Sayang dipadati oleh ratusan korban gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang berpusat di Cianjur, Jawa Barat.

Pantauan kumparan, pada Senin (21/11) malam sekitar pukul 21.40 WIB, korban masih terus berdatangan ke RSUD Sayang. Suara ambulans yang membawa korban bergema di sekitaran rumah sakit.

Sejumlah aparat kepolisian yang berada di lokasi berupaya mendirikan tenda tambahan guna menampung korban yang terus berdatangan.

Para korban yang telah tiba di rumah sakit pun terpaksa harus menjalani perawatan di halaman rumah sakit. Hal ini terjadi lantaran kapasitas rumah sakit yang telah melebihi batas.

Korban terluka saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mendapat perawatan di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Berdasarkan data terkini BNPB, tercatat ada 62 orang meninggal dunia. Selain itu, 25 orang tercatat masih tertimbun reruntuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang dan 79 orang lainnya luka-luka.

"Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

"Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 5.389 orang yang tersebar di beberapa titik," tambahnya.

Selain di Cianjur, dampak gempa juga terjadi di sejumlah daerah. Di antaranya di Kabupaten Bogor, di mana dilaporkan sebanyak 46 rumah rusak.

Lalu di Kabupaten Sukabumi ada 443 rumah rusak. Selain itu, sebanyak 14 unit rumah rusak di Kota Sukabumi.