Korban Jiwa Akibat Kebakaran di Hawaii Bertambah Jadi 53 Orang, Tak Ada WNI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana bangunan yang hacur akibat kebakaran hutan yang meluas akibat angin kencang di Lahaina, Maui, Hawaii, AS 10 Agustus 2023. Foto: Marco Garcia/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bangunan yang hacur akibat kebakaran hutan yang meluas akibat angin kencang di Lahaina, Maui, Hawaii, AS 10 Agustus 2023. Foto: Marco Garcia/Reuters

Korban jiwa akibat kebakaran hebat yang meluluhlantakkan Kota Lahaina, Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat, meroket hingga mencapai 53 orang pada Kamis (10/8).

Hanya sehari sebelumnya, laporan awal pada Rabu (9/8) menyebut terdapat 26 orang tewas. Sejauh ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) di Hawaii yang terdampak kebakaran.

Informasi tersebut diungkap oleh Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (11/8). Dikatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan utusan diplomatik RI terdekat dari Hawaii — KJRI Los Angeles, terkait kondisi para WNI di sana.

Judha menerangkan, KJRI Los Angeles telah berkoordinasi dengan otoritas setempat di Lahaina dan komunitas masyarakat Indonesia di Hawaii. "Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban," jelasnya.

Meski demikian, KJRI Los Angeles dan Kementerian Luar Negeri RI akan terus memonitor perkembangan situasi dan imbauan kepada sekitar 600 WNI yang menetap di negara bagian ke-50 AS ini.

Pemandangan kebakaran hutan di Kihei, Maui County, Hawaii, AS, 8 Agustus 2023 dalam tangkapan layar ini diperoleh dari video media sosial. Foto: Clint Hansen dari Maui Real Estate Radio/TMX via REUTERS

Kebanyakan dari mereka, sambung Judha, berprofesi sebagai pekerja di sektor pariwisata dan Anak Buah Kapal (ABK).

Adapun kebakaran hutan di Lahaina yang terletak di Pulau Maui tersebut sudah berlangsung sejak Selasa (8/8). Menurut laporan terbaru, kebakaran semakin diperparah oleh Badai Dora yang turut menerpa kawasan objek wisata itu secara bersamaan.

Kebakaran di Lahaina menjadikannya sebagai salah satu bencana yang paling mematikan dalam sejarah Hawaii. "Apa yang kita lihat hari ini merupakan bencana besar — kemungkinan merupakan bencana alam terbesar dalam sejarah negara bagian Hawaii," ungkap Gubernur Maui, Josh Green.

Green mengatakan, 80 persen seisi kota telah dilalap api dan 1.700 bangunan diyakini terdampak musibah itu. "Bangunan-bangunan yang telah kita nikmati dan rayakan bersama selama beberapa dekade, selama beberapa generasi, hancur total," tutur Green.

kumparan post embed