Korban Jiwa Akibat Tabrakan Maut Kereta di Yunani Bertambah Jadi 36 Orang
·waktu baca 2 menit

Jumlah korban jiwa akibat tabrakan maut yang melibatkan kereta penumpang dan kereta kargo di Yunani bertambah jadi 36 orang, pada Rabu (1/3).
Musibah ini diketahui merupakan kecelakaan kereta api yang paling mematikan di negara itu.
Dikutip dari Reuters, angka korban jiwa meningkat dari laporan awal sehari sebelumnya yang menyebut terdapat 26 orang tewas. “Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah,” kata seorang pejabat pemadam kebakaran setempat.
“66 orang yang terluka dirawat di rumah sakit, enam di antaranya dalam perawatan intensif,” sambung dia.
Lebih lanjut, menanggapi tragedi ini pemerintah Yunani mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari — mulai Rabu (1/3) hingga Jumat (3/3) pekan ini. Bendera setengah tiang pun dikibarkan sebagai tanda penghormatan kepada para korban kecelakaan.
Menteri Infrastruktur dan Transportasi Yunani, Kostas Karamanlis, merupakan salah satu dari banyak lapisan masyarakat yang berduka atas insiden ini.
Sambil menangis, kepada wartawan Karamanlis mengatakan pihaknya sedang menelusuri apa yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
“Kami masih belum mengetahui jumlah pasti korban, kami akan menyelidiki penyebab kecelakaan ini secara transparan,” ujarnya.
Meski sampai sekarang belum ada penjelasan resmi di balik insiden itu, Gubernur Thessaly, Konstantinos Agorastos, menilai bahwa kedua kereta itu melaju di jalur yang sama sebelum gerbong saling bertabrakan.
Polisi pun telah meluncurkan penyelidikan lebih lanjut — untuk sementara mereka telah menahan pimpinan stasiun di Larissa dan setidaknya tiga saksi untuk dimintai keterangan, termasuk perwakilan dari Hellenic Train.
Menurut data yang dihimpun dari Hellenic Train, kereta penumpang kala itu membawa sekitar 342 orang, sementara dua orang kru berada di kereta kargo.
Secara terpisah, kepala UGD di RS Kota Larissa, Apostolos Komnos, mengatakan sebagian besar korban tewas terdiri dari anak muda berusia 20-an.
Banyak penumpang kereta hendak pulang ke rumah, usai berlangsungnya liburan panjang menjelang peringatan Ortodoks Yunani. Di Kota Thessaloniki — lokasi di mana kecelakaan kereta terjadi, sebagian besar dihuni pelajar.
