Korban Jiwa Badai Kalmaegi di Filipina Meroket, Kini Sentuh Nyaris 200 Jiwa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan senter untuk mencari jalan keluar dari permukiman mereka yang rumahnya tersapu banjir akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, 6 November 2025. Foto: REUTERS/Eloisa Lopez
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan senter untuk mencari jalan keluar dari permukiman mereka yang rumahnya tersapu banjir akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, 6 November 2025. Foto: REUTERS/Eloisa Lopez

Jumlah korban jiwa akibat hantaman badai siklon tropis Kalmaegi di Filipina menyentuh angka hampir 200 orang pada Jumat (7/11). Saat ini, Kalmaegi telah bergerak ke wilayah Vietnam dan menyebabkan kerusakan di sana.

Otoritas Vietnam menyebut kawasan paling terdampak berada di bagian tengah negara tersebut. Sejumlah rumah rusak, pohon tumbang, serta pemadaman listrik terjadi akibat badai tersebut.

Sementara itu, otoritas Filipina dalam keterangan resminya melaporkan jumlah korban jiwa mencapai 188 orang, demikian dikutip dari Reuters.

Sejumlah mobil rusak terbalik di perumahan setelah banjir besar yang disebabkan Topan Kalmaegi di kota Cebu, Filipina, Selasa (4/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/Reuters
Sejumlah mobil rusak terbalik di perumahan setelah banjir besar yang disebabkan Topan Kalmaegi di kota Cebu, Filipina, Selasa (4/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/Reuters

Selain korban meninggal, sebanyak 135 orang di Filipina dilaporkan masih hilang setelah hantaman Kalmaegi, dan 96 lainnya mengalami luka-luka.

Kalmaegi merupakan badai siklon tropis ke-13 yang terbentuk di Laut China Selatan sepanjang 2025. Vietnam dan Filipina menjadi sasaran karena lokasi keduanya berada di sabuk topan Pasifik.

Biasanya, badai yang melintasi kawasan tersebut menyebabkan kerusakan besar di kedua negara.