Korban Jiwa Serangan Israel saat Gencatan Senjata di Gaza Meroket, Kini 50 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyelamat berupaya membebaskan orang-orang yang terjebak di reruntuhan bangunan setelah serangan Israel di Kota Gaza pada Selasa (28/10/2025). Foto: OBTAINED BY REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penyelamat berupaya membebaskan orang-orang yang terjebak di reruntuhan bangunan setelah serangan Israel di Kota Gaza pada Selasa (28/10/2025). Foto: OBTAINED BY REUTERS

Badan Pertahanan Sipil Gaza mengungkapkan serangan Israel yang terjadi semalaman menewaskan setidaknya 50 orang dan 22 di antaranya merupakan anak-anak.

Sebelumnya otoritas di Gaza menyebut korban jiwa serangan Israel berjumlah 30 orang.

Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menggambarkan situasi di Gaza saat ini sebagai bencana dan mengerikan. Ia menyatakan serangan Israel itu pelanggaran yang jelas dan mencolok terhadap kesepakatan gencatan senjata.

"Serangan Israel menargetkan tenda pengungsi, rumah, dan wilayah sekitar rumah sakit di Jalur Gaza," katanya, dikutip dari AFP, Rabu (29/10).

Israel mulai meluncurkan serangan udara ke Gaza pada Selasa (28/10) usai menuduh Hamas menyerang pasukan Israel dan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Israel tidak mengungkap di mana pasukannya diserang. Namun, Hamas menyatakan pasukannya tidak terkait dengan insiden penembakan di Rafah dan menegaskan kembali komitmennya terhadap gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump membela tindakan Israel di Gaza. Menurutnya, Israel harus melakukan serangan balasan. Tapi, Trump juga yakin serangan israel itu tidak akan membahayakan gencatan senjata.

"Mereka membunuh tentara Israel. Jadi Israel menyerang balik, dan mereka harus menyerang balik," kata Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One.

Wapres AS JD Vance juga menyatakan gencatan senjata tetap berlaku meski ada pertempuran kecil.