Korban ke-10 Wowon 'Serial Killer': Ujang Zaenal, Diracun Kopi Isi Pestisida

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di rumah Solihin yang bunuh sembilan orang di Desa Gunungsari, Cianjur, pada Jumat (20/1).  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah Solihin yang bunuh sembilan orang di Desa Gunungsari, Cianjur, pada Jumat (20/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Satu demi satu fakta terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Dullah (60) dan M Dede Solehudin alias Dede (34) kini mulai terungkap.

Tak hanya menghabisi para korban TKW dan kerabat terdekatnya, para pelaku juga sempat hendak membunuh tetangga mereka di Desa Gunungsari, Cianjur, bernama Ujang Zaenal Mustofa (54).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, upaya pembunuhan terhadap Ujang itu dilakukan usai pembunuhan di Bekasi, Jawa Barat. Motif pembunuhan ini untuk membuang sial karena Ujang dianggap sebagai musuh.

Para tersangka kasus pembunuhan berantai. Foto: Dok. Istimewa

"Pasca-kejadian pembunuhan bekasi, atas keterangan kedua tersangka dan dikonfirmasi dengan keterangan korban. Bahwa tersangka atas nama Solihin melakukan percobaan pembunuhan terhadap tetangga tersangka Ujang Zaenal atas perintah tersangka Wowon alias Aki," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu (22/1).

Para pelaku saat itu berupaya menghabisi nyawa Ujang dengan cara memberikan racun tikus dan pestisida ke dalam kopi --cara ini juga dilakukan untuk membunuh korbannya di Bekasi--. Mereka melakukan itu dengan alasan untuk membuang sial.

"Modusnya kopi beracun diletakkan di pagar depan rumah Ujang. Dan ternyata, sachet kopi tersebut memang diseduh dan diminum oleh korban Ujang Zaenal. Selanjutnya korban sempat di rawat 4 hari di RSDH ( Rumah Sakit dr Hafiz ) Cianjur," ungkapnya.

Setelah 4 hari dirawat, Ujang diperbolehkan pulang. Dia selamat dari upaya pembunuhan Wowon cs.

Suasana di rumah Solihin yang bunuh sembilan orang di Desa Gunungsari, Cianjur, pada Jumat (20/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Pengakuan Ujang

Beruntung saat itu nyawa Ujang masih tertolong, meski dia harus menjalani perawatan di rumah sakit hingga 4 hari.

Ujang bercerita bahwa dia memang pernah meminum kopi saset yang tak sengaja didapatkan istrinya, Nur. Kopi itu tercecer di Jalan dekat rumah mereka yang berdekatan dengan Solihin.

Kopi itu lalu dibawa ke rumah pada Sabtu (14/1). Ujang lalu menyeduh kopi tersebut.

"Disimpan di atas etalase di rumah, diminum setelah salat magrib," kata Ujang ketika ditemui pada Jumat (20/1).

Ujang menuturkan, rasa kopi itu tak seperti biasanya. Setelah meminumnya 2 kali, kopi itu kemudian dibuangnya.

Sekitar lima menit usai meminum kopi tersebut, Ujang langsung merasa pusing dan tangan serta kakinya bergetar. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat perawatan di sana.

"Kopinya gampang dibuka kayak yang sudah dibuka. Kopinya juga kayak bau. Kan kalau yang biasa mah suka minum, beda rasanya. Dua kali meminum terus dibuang aja," jelasnya.

"Selang semenit tiba-tiba pusing terus tangan bergetar. Kaki juga bergetar," lanjut dia.

Para tersangka kasus pembunuhan berantai. Foto: Dok. Istimewa

Ujang dirawat di rumah sakit selama sekitar empat hari. Dokter di rumah sakit tak menyebutkan rinci penyebab Ujang mengalami kejadian itu.

Saat pulang lagi ke rumahnya pada Selasa (17/1), Ujang melihat Solihin ditangkap oleh polisi terkait kasus pembunuhan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut tiga orang yang dibunuh Wowon di Bekasi meninggal dunia usai menenggak kopi mengandung racun.

"Dokternya tidak kasih tahu [keracunan atau bukan]. Tapi katanya penyakit mah enggak ada," kata dia.

Ujang mengaku memang jarang bertegur sapa dengan Solihin meskipun rumah mereka berdekatan. Namun, dari informasi yang dihimpun, istri dari Ujang yakni Nur ternyata pernah berselisih dengan keluarga Solihin beberapa waktu lalu.

"Dia [Solihin] jarang nanya aja. Enggak tau salah saya apa," kata dia.

Rumah kontrakan sekeluarga yang keracunan di Bantar Gebang, Bekasi. Foto: Dok. Istimewa

Daftar 9 Korban Tewas

Korban di Bekasi:

  • Ai Maemunah (40) (istri siri Wowon)

  • Ridwan (anak Ai Maemunah dari Didin, suami pertama)

  • Riswandi (anak Ai Maemunah dari Didin, suami pertama)

Korban di Cianjur

  • Noneng (mertua Wowon)

  • Wiwin (anak Noneng)

  • Bayu

  • Farida (TKW)

  • Halimah (istri siri Wowon)

Korban di Garut

  • Siti (TKW)