Korban Meninggal Kebakaran Ngaben Massal di Bali Bertambah Jadi 4 Orang
ยทwaktu baca 2 menit

RSUP Prof IGNG Ngoerah kembali melaporkan satu korban meninggal dalam insiden kebakaran akibat ledakan tabung minyak kompor saat upacara ngaben massal di Kuburan Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Korban adalah INP (32) yang mengalami luka bakar 54 persen. Korban meninggal pada Selasa (21/9), pukul 20.15 WITA malam kemarin.
"Kami mengucapkan turut berduka cita terhadap korban kemarin meninggal pukul 20.15 WITA," kata Kasubag Humas RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. I Ketut Dewa Kresna, Rabu (21/9).
Dewa Krena mengatakan, korban dirawat hampir satu bulan di RSUP Prof IGNG Ngoerah. Kondisi pasien sempat membaik dan mampu berkomunikasi terbatas kepada keluarga.
Pasien sudah menjalani beberapa kali operasi luka bakar. Namun pada saat operasi Minggu (19/9), kondisi pasien memburuk dengan mengalami suhu tubuh yang mendadak tinggi.
"Semenjak dua hari yang lalu kondisinya memburuk Hb (hemoglobin atau sel darah merah) menurun sampai 5,8 mg/dL, pasien mengalami hipotermia sampai 40 derajat celsius," terang Dewa.
RSUP Prof IGNG Ngoerah masih merawat dua korban lainnya. Korban IGP (11), yang mengalami luka bakar mencapai 38 persen telah menjalani operasi pembuangan dan pembersihan jaringan kulit mati sebanyak dua kali.
Korban terakhir inisial IMB (50) mengalami luka bakar 43,5 persen juga telah menjalani operasi pembuangan dan pembersihan jaringan kulit mati sebanyak dua kali. Kondisi luka bakar tinggal 28 persen.
Insiden ledakan tabung minyak ini ini terjadi pada Jumat 19 Agustus lalu. Ketiga korban yang meninggal lebih dulu adalah IBO (34), IKG (14), dan KAW (32). IBO meninggal pada Sabtu (20/8) malam dengan kondisi luka bakar 94 persen dan IKG pada Minggu (21/8) dengan luka bakar 98 persen.
Sementara korban berinisial KAW (32) mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (27/8) malam, dengan mengalami luka bakar 74 persen.
