News
·
3 Agustus 2020 16:08

Korban Pelecehan Seksual di Yogya Bermodus Penelitian Swinger Diduga 300 Orang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Korban Pelecehan Seksual di Yogya Bermodus Penelitian Swinger Diduga 300 Orang (106056)
Ilustrasi seks oral Foto: Shutterstock
Seorang pria bernama Bambang Arianto mengunggah tulisan dan video di media sosial Facebook. Pria yang tinggal di Yogya ini mengaku telah melakukan pelecehan seksual. Bermodus penelitian swinger dia melancarkan aksinya.
ADVERTISEMENT
Bambang sempat disebut-sebut sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Yogyakarta. Namun belakangan diketahui Bambang hanya membantu saat ada seminar atau diskusi di kampus tersebut.
Lalu bagaimana kasus yang diduga sudah terjadi sejak 2014 ini terbuka? Salah seorang korban sebut saja ID (40) kemudian membeberkan bagaimana Bambang bisa mengungkapkan pelecehan seksual yang dilakukannya.
Awalnya, pada Kamis (30/7) salah seorang rekannya menuliskan cerita soal pelecehan seksual dengan modus chat mesum swinger. ID lantas berkomunikasi dengan korban tersebut dan tak disangka mereka menjadi korban orang yang sama.
"Akhirnya terpikir saya nulis ke-trigger ingatan yang lama. Saya mikir bisa jadi yang lain juga banyak korban. Jumat pagi saya menulis nyebar dan bermunculan korban lain," ujar ID melalui sambungan telepon, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
Setelah tulisan tersebut viral, pelaku lantas meminta maaf melalui WA. Namun para korban kemudian meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf ke korban lain dengan cara membuat video.
"Terus kita dihubungkan untuk ketemu hari Minggu (2/8) dan terus forum klarifikasi kami pun meluapkan kemarahan kami yang mewakili banyak orang yang tidak bersuara dan jangan sampai ada yang lain disasar," ujarnya.
"Concern saya dengan minta dia buat video terbuka karena kami concern pada korban jangan sampai jatuh korban lagi karena tidak tahu. Kalau bicara soal hukum dan proses lama kami berpikir jalan menyelamatkan korban lain dengan itu. Dia (membuat video) tidak dalam tekanan," tegasnya.
Dari pertemuan itu terungkap bahwa korban Bambang mencapai 300 orang. Sejauh ini sudah ada 50 orang korban yang terdata oleh ID dan rekan-rekannya. Saat ini para korban terus berkonsolidasi.
ADVERTISEMENT
"Jadi saya nanya berapa perempuan yang sudah dijapri dia bilang 'waduh banyak banget tidak ngitung'. Dia bilang semua temen FB-nya dijapri. Seminggu rata-rata ada yang baru. Saya ngitung berarti selama 6 tahun dari 2014 yang sudah lapor 52 kali 6 sudah 300-an. Dia bilang mungkin segitu, dia nganggap enteng. Bisa lebih (korbannya)," katanya.
ID menjelaskan, 50 korban ini mayoritas merupakan alumni UGM. Termasuk ID juga merupakan alumni Fakultas Hukum UGM. Bambang ini juga alumni Fakultas Ekonomi UGM, dia menyasar grup-grup komunitas dan kemudian mengirim pesannya ke member grup.
"Modusnya macam-macam ada berdalih penelitian, curhat ortu, curhat istri, berdalih mau bisnis. Ada yang dia pura-pura jadi istrinya itu aktif banget. Eksplisit konten seperti suami senang dioral, swinger dan lain-lain," ujarnya.
ADVERTISEMENT
ID menyebut kelakuan Bambang ini adalah eksibisionis dalam bentuk teks dan verbal. Ketika korban memarahinya pelaku tidak ada rasa takut dan justru cari korban lain.
"Iya mayoritas begitu. Dia itu kenikmatannya adalah bercerita pada perempuan baik-baik," katanya.
"Ada yang ditelepon dengan bahasa seks chat. Itu bentuk pelecehan tulisan. Saya melihat eksibisionis tapi dalam tulisan verbal dan itu dia kirim video porno lalu hapus sendiri," katanya.
Saat ini fokus ID adalah merangkul para korban. Terkait apakah akan melakukan upaya hukum, pihaknya belum berpikir ke sana.
"Sekarang masih tahap merangkul korban. Mungkin saya baik-baik saja tetapi ada yang tidak baik-baik saja ada gemeteran, ada yang nangis," ujarnya.
Sebelumnya, Bambang melalui sebuah akun Facebook bernama Bams Utara membuat pengakuan mengejutkan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual. Akun yang mengaku bernama asli Bambang Arianto tersebut mengunggah tulisan dan video soal fantasinya akan seks swinger.
ADVERTISEMENT
"Saya Bambang Arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya disetiap waktu," tulis Bams Utara.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona