Korban Pencabulan Guru SD di Langkat Bertambah Jadi 15 Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru honorer di Kabupaten Langkat, Sumut, yang mencabuli 10 siswinya. Foto: Dok. Polres Langkat
zoom-in-whitePerbesar
Guru honorer di Kabupaten Langkat, Sumut, yang mencabuli 10 siswinya. Foto: Dok. Polres Langkat

Polisi masih menyelidiki kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru honorer, JP (27), di sebuah sekolah di Kabupaten Langkat, Sumut.

Hingga saat ini, polisi menyebut jumlah korban menjadi 15 orang. Jumlah ini bertambah dari data yang diungkap polisi pada Rabu (11/10) lalu. Saat itu ada 10 korban.

“Jadi 15 orang. Bertambah 5 orang, 4 di antaranya laki-laki,” kata Kasi Humas Polres Langkat AKP Yudianto saat dikonfirmasi pada Jumat (13/10).

Yudianto mengatakan data tersebut berasal dari orang tua korban yang melapor.

Kata Yudianto, tidak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah. Sebab, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Aksi pencabulan itu ternyata terjadi sejak Agustus 2023 lalu. Pelaku selalu berupaya untuk menyentuh area sensitif para korbannya.

Korban diberikan trauma healing

Hingga hari ini, para korbn paencabulan masih belum mau bersekolah. Mereka masih trauma.

“Hari ini rencananya akan dilakukan trauma healing. Nanti, akan didampingi psikolog juga,” tuturnya.

Pencabulan di jam belajar

Aksi pencabulan terhadap belasan siswa SD di Desa Suka Maju, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulanya terungkap pada Selasa (10/10).

Saat itu, para orang tua korban mengadu ke sekolah karena anak mereka ketakutan. Sebab, sehari sebelumnya, anak-anak itu dicabuli gurunya di depan kelas.

“Sedang jam olahraga, korban ini dipanggil oleh pelaku. Kemaluannya dipegang dan diraba-raba di depan kelas,” kata Kapolres Langkat AKBP Faisal, Rabu (11/10).