Korban Penyekapan di Panti Jompo di Bogor Ngaku Dipaksa Squat Jump 300 Kali
·waktu baca 2 menit

MJ (21), seorang pekerja wanita di sebuah panti jompo di kawasan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, diduga disekap pada Jumat (10/10) dini hari. Wanita yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), itu melaporkan sendiri ke polisi dan rekan-rekannya sesama orang NTT.
Lewat pengacaranya, Fransisco Tango, korban menyebut, dua saksi berinisial F dan R yang merupakan mantan pekerja di Panti Jompo pernah dipaksa squat jump sebanyak 300 kali. Hukuman itu sama seperti yang dialami MJ.
"Nah, R ini juga sempat mengalami hukuman yang sama dengan pelapor, yaitu squat jump sebanyak 300 kali," kata Fransisco, Minggu (12/10).
"Setelah kami BAP semalam, kemungkinan akan ada pemanggilan klarifikasi untuk pihak terlapor, ya,"sambungnya.
Fransisco Tango membenarkan ada tindakan dugaan penyekapan terhadap korban. Dia bercerita setelah korban di hukum squat jump 300 kali. Kemudian dibawa ke salah satu ruangan di Blok C, lalu dikunci dari luar.
"Kejadiannya itu hari Kamis malam. Waktu itu kami dapat informasi adanya dugaan tindakan tidak menyenangkan dan dugaan penyekapan. Kami langsung menuju ke lokasi, tapi sebelumnya sudah koordinasi juga dengan pihak kepolisian," katanya.
Saat tiba di lokasi, ia bersama pihak kepolisian tidak diperbolehkan masuk ke dalam panti. Gerbang terkunci hingga dijaga dua orang petugas keamanan.
Dari kejadian itu, sempat terjadi sedikit keributan, akhirnya sekuriti berani mengeluarkan korban. Tak berhenti di situ, korban dalam kondisi terseok-seok.
"Dia (korban) bilang mau pulang. Akhirnya kami minta pihak kepolisian untuk bantu fasilitasi. Saya yang masuk ke dalam untuk komunikasi dan saya juga yang membuat surat pernyataan penjemputan. Pagi harinya, Jumat subuh, saya bawa MJ ke Polsek Bogor Utara (untuk melapor)," tuturnya.
Alami Trauma
Fransisco mengatakan MJ trauma akibat penyekapan yang dialaminya. MJ juga sudah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
"Secara psikologis, memang masih ada sedikit trauma. Kondisi fisik mereka juga sudah kami periksa melalui observasi di Rumah Sakit Azra, dan hasilnya masih kami tunggu," ucapnya.
