kumparan
News21 Januari 2020 2:09

Korban Pesawat Ukraina Berkewarganegaraan Ganda Dianggap Warga Iran

Konten Redaksi kumparan
Pesawat jatuh di Iran, POTRAIT
Petugas memeriksa barang-barang korban jatuhnya pesawat Ukraina International Airlines di Iran. Foto: Nazanin Tabatabaee / WANA / via REUTERS
Pemerintah Iran menganggap penumpang korban pesawat Ukraine Airlines yang tertembak yang memiliki kewarganegaraan ganda adalah warga negara Iran.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dikutip dari Reuters, Senin (20/1).
"Kami telah menginformasikan kepada Pemerintah Kanada bahwa kami menganggap korban yang memiliki dua kewarganegaraan adalah warga negara Iran. Kami berduka cita atas kematian mereka," kata Mousavi.
Sementara, Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne pada Rabu (15/1) lalu menolak anggapan pemerintah Iran terhadap korban pesawat yang bekewarganegaraan ganda senagai warga negara Iran. Menurutnya hal itu sebagai tindakan yang sia-sia.
Penghormatan korban pesawat jatuh di Iran
Suasana acara penghormatan untuk korban pesawat jatuh di Iran di Toronto, Ontario, Kanada 9 Januari 2020. Foto: REUTERS / Chris Helgren
Perdana Menteri Kanada Justine Trudeau, Jumat (17/1) lalu mengatakan anggapan pemerintah Iran ini sudah tidak begitu penting lagi, sebab warga Iran saat ini lebih mementingkan kondisi keluarga korban yang ditinggalkan.
"Sejauh ini kami mendapatkan jaminan dari mereka (Iran) bahwa hal ini akan terjadi," kata pemerintah Kanada melalui keterangan resminya, merujuk pada keinginan keluarga yang dihormati.
Penghormatan korban pesawat jatuh di Iran
Suasana peringatan untuk korban pesawat jatuh di Iran yang di gelar di Balai Pertemuan Toronto, Ontario, Kanada. Foto: REUTERS/Carlos Osorio
"Tentu saja, kami akan menghakimi mereka atas tindakan mereka," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Militer Iran mengakui menembak jatuh pesawat Ukraine Internasional Airlines yang jatuh pada Rabu (9/1). Pesawat Ukraine International Airlines berada dalam perjalanan dari Teheran ke Kiev. Sebanyak 176 penumpang di pesawat tersebut seluruhnya tewas.