Korban Tewas Bus ALS vs Truk BBM di Sumsel Dibawa ke RS Bhayangkara Palembang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Evakuasi korban tabrakan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Evakuasi korban tabrakan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 16 korban tewas dalam kecelakaan antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk pengangkut BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) tepatnya di kawasan Musi Rawas Utara, Sumsel, dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang.

Sebelumnya, para korban tewas dan luka dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau sesaat setelah kejadian.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, mengatakan pemindahan korban ke RS Bhayangkara Polda Sumsel guna memudahkan proses identifikasi oleh tim DVI Biddokes.

"Yang ke Palembang (RS Bhayangkara) itu yang meninggal dunia saja," katanya, Rabu (6/5).

Adapun dalam insiden ini, selain belasan orang tewas, ada 4 orang yang mengalami luka. Rinciannya, 3 orang luka berat dan 1 luka ringan.

"Sementara korban luka-luka masih di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau," ujar Nandang.

Warga mengamati bangkai bus PO ALS yang terbakar di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Foto: Hand Out-BPBD Kabupaten Muratara/ANTARA

Kecelakaan itu terjadi pada siang tadi sekitar pukul 12.39 WIB. Berdasarkan informasi sementara, insiden bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.

Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus. Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.

Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.