News
·
2 Januari 2018 1:08

Korban Tewas dalam Aksi Anti-Pemerintahan di Iran Menjadi 12 Orang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Korban Tewas dalam Aksi Anti-Pemerintahan di Iran Menjadi 12 Orang (10493)
Demonstrasi berlangsung ricuh di Teheran, Iran. (Foto: Social media via Reuters)
Gelombang aksi anti-pemerintahan di Iran terus berlanjut. Aksi yang berlangsung sejak 28 Desember tersebut telah menewaskan sedikitnya 12 orang. Diduga mereka tewas akibat tembakan dari Garda Revolusi.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Selasa (2/1), Ribuan massa aksi terlibat dalam demo anti-pemerintahan terbesar yang terjadi sejak 2009 di Iran. Bentrokan terjadi pada saat para pendemo mencoba merebut pangkalan militer.
Presiden Iran, Hassan Rouhani mencoba menenangkan massa aksi yang terus bertambah dan membuat kerusakan di berbagai tempat.
“Mungkin kita jangan melihat apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini sebagai sebuah ancaman, tapi kita harus melihat hal tersebut sebagai kesempatan kita untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Rouhani.
Rouhani bahkan membuat teori tentang adanya keterlibatan pihak asing dalam demo anti-pemerintahan tersebut. Di sisi lain, dia juga menekankan kepada seluruh rakyatnya untuk melihat akar masalah dari yang terjadi di Iran.
Anggota Parlemen Iran, Jorjik Abramian, melihat banyaknya kasus korupsi dan meningkatnya pengangguran di Iran, telah membuat masyarakat menganggap bahwa semua pejabat di Iran adalah penjahat.
ADVERTISEMENT
“Aksi ini adalah akumulasi dari tuntutan dari masyarakat yang selama ini diabaikan, kita harus mengambalikan kepercayaan masyarakat,” ujar Abramian.
Untuk informasi, gelombang demonstrasi yang dimulai sejak Kamis (28/12) lalu. Hingga saat ini aksi terlus meluas ke beberapa daerah seperti Teheran, Kermanshah, Arak, Qazvin, Khorramabad, Karaj dan Sabzevar. Ini adalah aksi demonstrasi terbesar sejak aksi yang melibatkan ribuan orang pada 2009 yang mempertanyakan kemenangan Mahmoud Ahmadinejda dalam pemilu. Kala itu, setidaknya 36 orang demonstran tewas.