Korban Tewas Gempa Cianjur Ditemukan Lagi, 5 Jenazah Dievakuasi di Tengah Hujan
·waktu baca 2 menit

Tim gabungan Polri, Basarnas dan TNI masih terus berupaya mencari korban yang tertimbun tanah longsor akibat gempa Cianjur. Sabtu pagi, ada 5 korban yang berhasil dievakuasi di tengah rintik hujan.
"Jadi karena cuaca hari ini di Cianjur sudah hujan rintik-rintik sejak pagi, medan pencariannya sangat perlu kehati-hatian karena licin," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/11).
"Begitu juga saat evakuasi jenazah setelah ditemukan, harus melewati gang sangat sempit dan itu anggota estafet kantong jenazahnya agar bisa sampai ke ambulans,” sambung dia.
Dedi merinci, pada pukul 08.00 WIB, petugas menemukan korban tewas berjenis kelamin laki-laki di Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang. Korban ditemukan tepatnya di area longsor bagian bawah dekat sungai.
Kemudian, petugas kembali menemukan dua jenazah lainnya pada pukul 09.20 WIB, di longsoran atas Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang. Dua jenazah itu, yakni laki-laki dewasa dan satu balita perempuan berusia sekitar dua tahun.
Lalu, seorang jenazah korban berjenis kelamin laki-laki lainnya ditemukan pukul 09.30 WIB di longsoran atas dekat sungai di Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang.
Terakhir, pada pukul 10.55 WIB, di pinggir kali longsoran atas Jalan Cariu, Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, ditemukan satu jenazah laki-laki dewasa.
“Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Sayang untuk proses identifikasi oleh DVI,” ungkap Dedi.
Berdasarkan data BNPB per Jumat (25/11) pukul 17.00 WIB, total korban tewas akibat gempa Cianjur tercatat 310 jiwa. Sementara 24 lainnya dilaporkan masih hilang diduga tertimbun longsor.
Sebanyak 56,320 bangunan juga mengalami kerusakan akibat gempa dengan klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan. Warga juga saat ini masih bertahan di berbagai posko pengungsian.
