Korban Tewas Imbas Gempa 7,7 M di NTT Bertambah Jadi 38 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menghadiri rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menghadiri rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: BNPB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data terbaru pascagempa 7,7 magnitudo yang mengguncang Nakegeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Suharyanto menyebutkan korban yang meninggal dunia akibat gempa tersebut telah mencapai 38 orang.

“Korban terdampak, yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8).

Palang Merah Indonesia (PMI) mendirikan posko untuk membantu korban gempa di NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, Suharyanto juga menjelaskan sebanyak 2.000 warga telah mengevakuasi mandiri dengan mengungsi.

"Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," tambah dia.

Suharyanto juga menjelaskan puluhan rumah mengalami kerusakan imbas gempa tersebut.

"Kemudian untuk material tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor, tertutup, datanya nanti akan disampaikan secara rinci. Ada beberapa rumah masyarakat ini didata terus berkembang terus kalo per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," kata dia.