Korban Tewas Kebocoran Gas di India Capai 11 Orang, Evakuasi Diperluas

Korban tewas akibat kebocoran gas pabrik kimia di India bertambah menjadi 11 orang. Pemerintah negara bagian Andhra Pradesh memperluas perintah evakuasi menyusul kekhawatiran adanya bocoran tambahan.
Diberitakan Reuters, Jumat (8/5), selain 11 orang meninggal ada ratusan warga yang dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas beracun yang bocor dari pabrik LG Chem di distrik Visakhapatnam itu. Sapi-sapi juga mati bergeletakan di jalanan.
Pemerintah kota memerintahkan warga di radius 5 kilometer dari pabrik itu untuk evakuasi. Sebelumnya, evakuasi hanya bagi warga di radius 3,5 kilometer.
Pemilik pabrik LG Chem, perusahaan yang berinduk di Korea Selatan, mengatakan perluasan evakuasi hanya untuk tindak pencegahan, bukan karena adanya bocoran gas baru.
"Kami mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memasukkan air ke dalam tangki," kata mereka.
Sebelumnya LG Chem mengatakan kebocoran gas telah berhasil ditangani. Pabrik tersebut adalah penghasil produk-produk polystyrene yang banyak digunakan untuk membuat peralatan makan plastik, produk kosmetik, hingga baling-baling kipas angin.
Gas dari styrene, material mentah di pabrik itu, bocor pada Kamis dini hari (7/5). Menurut LG Chem, gas itu menumpuk di dalam tangki karena styrene yang tersimpan terlalu lama tanpa diolah oleh pekerja. Hal ini terjadi lantaran pabrik tutup karena lockdown selama pandemi virus corona.
Peristiwa ini membangkitkan kenangan buruk India pada Desember 1984 lalu. Ketika itu terjadi bocoran gas di pabrik pestisida Union Cabide di kota Bhopal, menewaskan 3.500 orang.
Dampak bocoran gas Union Cabide masih terasa hingga waktu yang lama. Sekitar 100 ribu orang yang tinggal di sekitarnya menderita sakit pernapasan, ginjal, ketidakseimbangan hormon, kanker, hingga kecacatan pada bayi.
