Korban Tewas Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Bertambah Jadi 90 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana tim penyelamat dan kendaraan darurat tiba di tambang batubara Liushenyu setelah ledakan gas di Changzhi, Provinsi Shanxi, China Utara, Sabtu (23/5/2026). Foto: CNS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suasana tim penyelamat dan kendaraan darurat tiba di tambang batubara Liushenyu setelah ledakan gas di Changzhi, Provinsi Shanxi, China Utara, Sabtu (23/5/2026). Foto: CNS / AFP

Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara, bertambah. Hingga saat ini, 90 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Ledakan terjadi pada Jumat (22/5) malam di tambang batu bara Liushenyu yang berada di Kabupaten Qinyuan, Shanxi. Saat kejadian itu terjadi, sebanyak 247 pekerja sedang berada di bawah tanah.

Tambang tersebut dioperasikan oleh Shanxi Tongzhou Group Liushenyu Coal Industry. Perusahaan itu didirikan pada 2010 dan berada di bawah kendali Shanxi Tongzhou Coal Coking Group.

Otoritas manajemen darurat setempat menyebut operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga kini. Penyebab ledakan juga masih dalam tahap penyelidikan.

Provinsi Shanxi sendiri dikenal sebagai pusat industri pertambangan batu bara terbesar di China. Wilayah itu selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung produksi energi batu bara negara tersebut.

Ilustrasi ledakan. Foto: Photography by Dan Tentler/Getty Images

Presiden China, Xi Jinping, meminta seluruh pihak terkait mengerahkan upaya maksimal untuk menangani korban dan mencari pekerja yang masih belum ditemukan.

“Jangan menyia-nyiakan upaya dalam merawat korban luka dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan,” kata Xi, dikutip dari Reuters.

Xi juga memerintahkan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan tersebut serta penegakan tanggung jawab hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap lalai.

Sementara itu, Perdana Menteri China, Li Qiang, menekankan pentingnya penegakan akuntabilitas secara ketat dalam penanganan kasus tersebut.

Sejumlah eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas operasional tambang juga telah ditahan aparat.

“Pemerintah Provinsi Shanxi telah mengirim tujuh tim penyelamat dan medis ke lokasi kejadian. Total ada 755 personel yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban,” kata Biro Manajemen Darurat Qinyuan.