Korban Tewas Rudal Rusia di Apartemen Ukraina Jadi 21 Orang, 35 Masih Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penyelamat bekerja di sebuah gedung apartemen yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia, di Dnipro, Ukraina, Sabtu (14/1/2023). Foto: Yevhen Titov/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat bekerja di sebuah gedung apartemen yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia, di Dnipro, Ukraina, Sabtu (14/1/2023). Foto: Yevhen Titov/Reuters

Jumlah korban tewas akibat serangan rudal Rusia di apartemen di Kota Dnipro, Ukraina, bertambah menjadi 21 orang pada Minggu (15/1).

Petugas penyelamat saat ini masih bekerja untuk mencari korban yang dimungkinkan selamat dari serangan itu.

"Setidaknya 35 orang masih hilang dan 73 lainnya luka-luka," kata Kepala Dewan Daerah, Mykola Lukashuk, dikutip dari Reuters.

"38 orang telah diselamatkan pada Minggu pagi, termasuk 6 anak," lanjut dia.

kumparan post embed

Serangan rudal itu terjadi pada Sabtu (14/1) dan menjadi gelombang serangan terbesar Rusia di Ukraina dalam dua minggu terkahir.

Tidak ada komentar dari Rusia tentang serangan itu.

Tim penyelamat bekerja keras sepanjang malam mencari korban selamat. Pada Minggu pagi, mereka terlihat meninju dan menendang gundukan beton yang hancur dan logam bengkok.

Tim penyelamat bekerja di sebuah gedung apartemen yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia, di Dnipro, Ukraina, Sabtu (14/1/2023). Foto: Mykola Synelnykov/REUTERS

Pekerja darurat mengatakan, mereka mendengar orang-orang berteriak minta tolong dari bawah tumpukan puing.

"Dua kamar di lantai dua praktis masih utuh tetapi terkubur," kata Wakil Direktur Cabang Regional Layanan Darurat Negara Ukraina, Oleh Kushniruk.

Sementara Komando Militer Utama Ukraina mengatakan, Rusia meluncurkan tiga serangan udara, 57 serangan rudal dan melakukan 69 serangan dari sistem salvo roket senjata berat pada Sabtu.

Namun pasukan Ukraina menembak jatuh 26 roket.

"Ini menandakan mereka masih punya rencana tertentu," kata juru bicara Komando Militer Utama Ukraina, Natalia Humeniuk.