kumparan
16 Januari 2019 10:44

Korban Tsunami Selat Sunda Masih Butuh Bantuan Alat Dapur hingga Kasur

Pasca tsunami selat sunda
Penyintas tsunami Selat Sunda, Suhana (25) membawa dua ekor ayam dari bekas rumahnya yang rusak diterjang tsunami di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1). (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Tsunami Selat Sunda sudah lebih dari 3 pekan berlalu. Para korban yang semula tinggal di pengungsian, berangsur-angsur kembali ke kediaman masing-masing.
ADVERTISEMENT
Para korban yang kehilangan hunian terpaksa tinggal di rumah saudara, rumah tetangga, atau mengontrak. Anak-anak juga sudah mulai kembali bersekolah meski harus mengenakan pakaian sumbangan.
"Warga masih menunggu huntara (hunian sementara) karena belum selesai dibangun," kata Wakil Lurah Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Saeful, kepada kumparan, Rabu (16/1).
Saat ini mereka masih membutuhkan bantuan alat-alat dapur, kasur, bantal, hingga air mineral.
Pasca tsunami selat sunda
Warga memotret rekannya di antara puing-puing yang rusak karena tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1). (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Desa Sumberjaya adalah salah satu lokasi paling parah terdampak tsunami Selat Sunda. Sebagian besar wilayah desa yang berada di bibir pantai ini porak poranda.
Desa ini juga termasuk paling lambat terjamah bantuan karena sulitnya akses menuju lokasi. Kala itu tim SAR harus membuka jalur untuk memudahkan proses evakuasi para korban.
ADVERTISEMENT
kumparan bekerja sama dengan Prambors Radio menggalang dana secara online melalui platform Kitabisa. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk para korban tsunami Selat Sunda yang saat ini masih membutuhkan bantuan. Mari salurkan bantuan Anda melalui tautan berikut:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan