Korea Selatan Dukung AS Batasi Harga Minyak Rusia
ยทwaktu baca 2 menit

Korea Selatan mengungkap dukungannya terhadap inisiatif Amerika Serikat (AS) untuk menerapkan batas harga terhadap minyak Rusia pada Selasa (19/7/2022).
Washington mengusulkan langkah tersebut untuk mengatasi inflasi global sambil membatasi pendapatan ke Rusia. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, telah memperjuangkan pembatasan harga minyak itu sejak awal invasi Rusia ke Ukraina.
Yellen kini berupaya mendapatkan dukungan dari sekutu-sekutu utama AS, termasuk Korsel. Dengan demikian, pihaknya dapat mencegah lonjakan harga yang dapat memicu resesi.
Korsel mengimpor sekitar 5 persen minyak mentahnya dari Rusia pada 2021.
Tidak ada batasan yang ditetapkan terhadap harga minyak Rusia. Namun, pembatasan harga oleh para pembeli minyak utama dapat menekan negara itu.
Alhasil, Rusia harus menyerahkan sebagian produksinya atau menjualnya pada batas tersebut.
Kementerian Keuangan Korsel mengumumkan keputusan itu usai pertemuan bilateral antara Yellen dan Menkeu Korsel, Choo Kyung-ho.
Choo turut menyepakati gagasannya untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar mata uang. Choo mengatakan, Korsel akan memonitor pasar mata uang dalam negeri. Pihaknya kemudian akan meninjau rencana darurat untuk menstabilkan pasar bila diperlukan.
Pasalnya, mata uang won telah mencapai level terendahnya dalam 13 tahun terakhir, yakni KRW 1.300 per USD 1.
AS dan Korsel telah membahas rencana-rencana tersebut sejak awal Juli. Melanjutkan pembicaraan, Yellen kemudian tiba di Seoul pada Senin (18/7/2022).
Yellen mengungkap optimisme tentang inisiatif tersebut. Dia juga telah mengadakan pembicaraan terkait dalam pertemuan bilateral dengan lebih dari enam mitra AS.
Negosiasi itu juga berlangsung di sela-sela pertemuan para menteri keuangan anggota Group of 20 (G20) di Bali.
Kemenkeu AS mengatakan, Yellen menemui pejabat dari Arab Saudi, Australia, Afrika Selatan, Turki, dan Singapura. Dia turut berbicara dengan India sebelum berangkat ke Asia.
"Kita akan melihat keputusan mereka. Percakapan yang saya lakukan secara umum membesarkan harapan saya," ungkap Yellen, dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2022).
