Korea Utara Ancam Tembak Jatuh Pesawat Pengintai Amerika Serikat
·waktu baca 2 menit

Korea Utara mengancam akan menembak jatuh pesawat 'pengintai' milik Amerika Serikat yang melintasi wilayah udaranya. Ancaman itu muncul, menyusul klaim Pyongyang menyebut Washington semakin meningkatkan aktivitas spionasenya pada bulan ini.
Dikutip dari AFP, pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Korea Utara pada Senin (10/7). Dia mengakui aktivitas spionase AS selama delapan hari terakhir semakin intensif.
Contohnya, sebagaimana dilaporkan media lokal KCNA, satu pesawat pengintai AS telah melanggar wilayah udara Korea Utara di atas Laut Timur beberapa kali.
"Tidak ada jaminan bahwa kecelakaan yang mengejutkan seperti jatuhnya pesawat pengintai strategis Angkatan Udara AS tidak akan terjadi di Laut Timur Korea," ujar juru bicara tersebut.
Dia kemudian menyinggung insiden serupa di masa lalu, ketika Korea Utara menembak jatuh pesawat milik AS dan memperingatkan bahwa AS akan 'membayar' tindakannya memata-matai wilayah Korea Utara secara gegabah.
Selain mengecam soal aktivitas spionase AS, juru bicara itu juga mengecam rencana pengerahan aset nuklir strategis dari Washington ke Semenanjung Korea.
Menurut mereka, langkah tersebut dipandang sebagai provokasi nuklir yang paling 'terbuka' terhadap Korea Utara sekaligus ancaman besar bagi keamanan regional dan global.
"Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa situasi semenanjung Korea semakin mendekati ambang konflik nuklir karena aksi militer provokatif AS," jelas juru bicara tersebut.
Sebelumnya, pada April 2023 lalu Washington mengatakan pihaknya akan mengerahkan kapal selam balistik bersenjata nuklir untuk pertama kalinya ke pelabuhan Korea Selatan yang terletak di Semenanjung Korea — berlokasi tak jauh dari Korea Utara.
Namun, mereka tidak menyebutkan secara rinci kapan pengiriman yang melambangkan kedekatan kerja sama militer kedua negara tersebut akan dilaksanakan.
