Korea Utara Duplikat Situs Naver Palsu, Curi Data Pribadi hingga Uang Kripto

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Naver. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Naver. Foto: Shutterstock

Korea Utara dilaporkan telah menduplikat versi palsu sebuah portal internet terbesar di Korea Selatan, Naver. Upaya tersebut merupakan bagian dari serangan 'phishing', yakni dirancang untuk mencuri informasi data pribadi melalui teknik pengelabuan.

Dikutip dari AFP, laporan itu disampaikan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (14/6).

NIS menjelaskan, Pyongyang telah membuat situs phishing yang meniru halaman utama Naver — termasuk bagian berita real-time, layanan jual beli, dan real estate.

Situs yang dinamakan naverportal.com ini dirancang untuk meretas ID dan password pemilik akun dari Korea Selatan, memberikan Pyongyang akses ke data informasi pribadi yang berharga.

Atas dasar itulah, pihak Naver mengimbau warga Korea Selatan untuk lebih berhati-hati ketika log in ke portalnya.

"Karena metode serangan peretasan Korea Utara terhadap rakyat kami menjadi semakin canggih, kami meminta masyarakat untuk lebih waspada," ujar NIS.

"Mohon segera hentikan akses jika Anda menemukan halaman yang bukan merupakan URL domain akses Naver," tambahnya.

Ilustrasi Naver. Foto: Shutterstock

Secara terpisah, kasus pemalsuan situs portal Naver ini juga dikonfirmasi kebenarannya oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Pada hari yang sama, mereka mengumumkan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk bekerja sama dengan sebuah anak perusahaan Google dan perusahaan keamanan siber berbasis di Amerika Serikat, Mandiant, dalam menyikapi kasus tersebut.

Naver dan Mandiant memperkuat kerja samanya untuk menanggapi aktivitas siber dan ancaman keamanan dari Pyongyang secara lebih baik. Sebab, negara terisolir itu dilaporkan tidak hanya mencuri data informasi pribadi saja — tetapi juga menyasar ke harta pemilik akun.

"Korea Utara melakukan serangan siber ke segala arah, seperti pencurian mata uang kripto dan peretasan informasi sensitif, di seluruh dunia," ujar Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

"Aktivitas tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda pada individu dan perusahaan yang tidak bersalah, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi ekosistem TI global secara keseluruhan," imbuhnya.

Adapun Naver merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di Korea Selatan, bahkan menyerupai Google. Berbagai layanan Naver seperti layanan navigasi, layanan keuangan yang mirip dengan Apple Pay, serta forum chatting Line digunakan setiap harinya oleh banyak masyarakat Korea Selatan.